I'm dying to know how it all turns out. :')

June 21, 2012

Product Review - Sleek Bad Girl i-Divine Palette


One of my favourite eyeshadow palettes is Sleek Bad Girl i-Divine Palette.  Sleek is an UK company that sells high-quality and affordable cosmetics. 
The palettes comes with a clear plastic cover with 12 eyeshadow names printed in it.  I wish they imprinted the names on the inside.

The palette comes very nicely, living its name for sure.  Sleek.  It’s also thin, perfect size for our medium size makeup bag. J
Opened up, 12 eyeshadows are arranged in two rows, double ended sponge applicator and a full-length mirror going across the top.
Sleek’s description of the Bad Girl Palette I Divine is a highly pigmented, soft touch eye shadow palette that possesses 12 pearlescent or matte shades.  The pearlescent shades possess a large amount of mica and reflect the light giving a shimmering effect to the eye.  The colour viewed in the palette is the colour that will be applied to the eye, as the payoff is excellent and the formulation is long lasting.  Bad girl contains strong and deep shades which allow one to uncover their hidden fantasies.  This palette can be extreme, powerful, confident as well as sensual.

Left – Right : Innocence, Gullible, Blade, Gun Metal, Underground, Noir

Innocence : shimmery white.
Gullible : shimmery champagne tone.
Blade : metallic light grey.
Gun Metal : shimmery warm grey.
Underground : satiny black.
Nior : matte black.


Left – Right : Intoxicated, Envy, Obnoxious, Abyss, Twilight, Rebel

Intoxicated : semi dark satiny green.
Envy : blackened green. The texture is in between matte and satin.
Obnoxious : matte blue with purple undertone.
Abyss : matte navy blue, darker than Obnoxious.
Twilight : gorgeous cool purple.  The texture is similar to Envy.
Rebel : matte purple plummy color.

I think it’s nice to have two shimmery highlight colors because nowadays I’m a big fan of putting light shimmery shadow on my inner corner eyes.  J
Of all those colors,  My favourite shades are Innocence, Gun Metal, Intoxicated and Twilight.  The only tiny problem  about this palette is I had to swipe three times for Obnoxious, Abyss and Rebel to appear nicely on my eyelid.  The rest of the colors are great.  Gorgeous, well pigmented, blendable and wonderful color payoff.
One of the best things about this palette is I could do various smokey eyes with a lot of colors!  Black, check.  Green, check.  Blue, check.   Purple, check.   I could wear it for a night out, dinner, party, or even in a daily basis.    
Sleek Bad Girl i-Divine Palette retails for $10.  We can buy it online IDR 150,000 – 175,000 (each online shop has slightly different price).  That and you’ll have 12 colors, still…what a steal!

June 13, 2012

Book Review - Delirium

Nggak kalah heboh dari Divergent, jadi gue memutuskan untuk beli juga. Banyaaaak banget yang bikin penasaran, ter-la-lu.

Topik yang diambil Delirium menarik. Mengambil setting di Portland, semua penduduk yang ada di situ menganggap love is a disease, love is dangerous. Crazy enough, eh?
Di Portland, setiap anak yang berumur 18 tahun bakal menerima procedure. Mereka dioperasi sedemikian rupa until they can not feel love anymore. Orang yang udah dioperasi menurut gue sih bisa dibilang sedikit aneh ya. They couldn't feel love, jadi kalo ngomong ya cenderung datar dan biasa-biasa aja, nggak ada simpati, empati, kasih dkk gitu pastinya. Nggak seekspresif orang normal, taat mampus sama aturan. Nggak ngerti having fun.

Tokoh utama di Delirium bernama Lena. Sejak orang tuanya meninggal, Lena dan Rachel (kakaknya) diasuh dan tinggal bersama tantenya. Lalu saat Rachel sudah menikah, Lena masih tinggal dengan tante, om, juga kedua sepupunya yang lain di rumah yang sama.

Cerita dibuka dengan 95 hari sebelum ulang tahun Lena yang ke-18, yang berarti 95 hari sebelum procedure. 95 hari dia berpikir dirinya akan aman, bebas dari rasa sakit. Bebas dari penyakit.

Sebelum lulus dari sekolah, semua anak yang duduk di senior year harus menjalani evaluation test. Ini semacam test akhir supaya setiap anak bisa dipasangkan sesuai dengan nilai dan hasil akhir evaluasi. Jodoh ditentuin, bok. Evaluator-evaluator yang nguji bakal kasih daftar yang berisi empat atau lima nama pasangan yang disetujui. Salah satu dari itu akan jadi suami/istri setelah lulus kuliah.

Lena mempunyai sahabat dekat yang bernama Hana. Berbeda dengan Lena yang pendiam, penurut, taat aturan, Hana orang yang ekspresif, suka mencoba hal baru. Dua pribadi yang bertolak belakang tapi jadi sahabat karib. Mereka berdua sering berlari bersama. Olahraga. Di saat Hana memimpin rute berlari mereka berdua, Hana mengajak Lena untuk masuk ke government loading area. Di situ lah Lena bertemu dengan Alex. Lagi. Untuk yang kedua kalinya.

Dari situ mulai berkembang hubungan Lena-Alex ini. Gimana pergumulan Lena karena dia merasa dirinya mulai 'sakit' karena merasakan sesuatu yang berbeda dengan adanya Alex di hidupnya. Lena yang tadinya nggak sabar mau menjalani procedure mulai menjadi ragu-ragu.

Di buku ini jelas banget dijabarin symptoms of Amor Deliria Nervosa (ini nama penyakitnya).
Ada 4 fase, dari awal, critical, sampe fatal. Fase-fasenya ya kayak orang yang mulai jatuh cinta aja. Susah fokus, tangan keringetan saking nervousnya, nafsu makan naik turun, nggak bisa tidur, mikirin si dia. Eaa~ Dan lanjut terusss sampai fase terakhir yang konon katanya bisa bikin orang mati.

Uniknya, di awal tiap bab ada epigraf yang berisi kutipan-kutipan dari buku (dari buku pelajaran sampai buku umum yang berkaitan dengan penyakit ini), puisi, lagu yang biasa dinyanyiin di permainan anak-anak, quotation. Keren ini. Penulisnya bisa banget bikin beginian. Cool!
Ambil contoh epigraf di bab 16
" Unhappiness is bondage; therefore, happiness is freedom.
The way to find happiness is through the cure.
Therefore, it is only through the cure that one finds freedom."
- From Will It Hurt? Common Questions and Answers About the Procedure, 9th edition, Association of American Scientist, Official USA Government Agency Pamphlet.
27 bab, dan ada 27 epigraf. Uwow.

Spoiler alert. Yang nggak mau baca spoiler, STOP. Jangan lanjut baca.
Gue pikir Delirium itu bikin puas setara atau mirip-mirip sama Divergent, tapi bagi gue pribadi Delirium sih masih adiknya Divergent.... Bagus tapi nggak bikin gue beruwoooh-uwoooh ria waktu baca. -_-
Kenapa? Menurut gue ceritanya medium-paced. Ya emang dirancang buat sekuel lanjutannya sih. Tapi gue udah gemes dan nggak sabar, "KAPAN NIH SI LENA BERONTAKNYA???? KAPAN NIH DIA SADAR ADA YANG NGGAK BERES SAMA ATURAN2 ITU? KAPAN DIA KELUAR DARI SITUUUH?!!!" Aaaaaa.
Tindakan yang Lena ambil ya ada juga. Dia juga gerak kok. Tapi kayak kebanyakan bego gitu tuh. Saking udah ke-brainwash dari kecil sama governmentnya ini....
Ya pokoknya bikin gemes. Buat gue sih ini kurang cepet jadi selama baca makin lama makin nggak sabar. Tiap ganti bab tuh gue ngarep si Lena udah kabur dari tempat dia trus pergi bareng Alex, nyari mamanya, dsb. Tapi oh tapi, mungkin itu disimpan buat buku kedua. >.<

My Rating : 4/5

Info Buku
Judul : Delirium
Penulis : Lauren Oliver
Penerbit : HarperCollins Publishers
Jumlah Halaman Cerita : 441
Harga : Hardcover Rp 179.000 (Periplus). Mending beli softcovernya aja Rp 89.000 T____T

Happy reading!

June 04, 2012

Book Review - The Fault In Our Stars

Pertama, gue suka covernya. Eye catching banget.
Kedua, butuh buku dengan genre lain selain romance, sci-fi atau dystopian world.
Ketiga, setelah googling, John Green ini ternyata beken banget. *urgh me, where have you been? -_-*

Ini buku ke-lima alias buku terbaru John Green.
Katanya buku pertama yang judulnya "Looking for Alaska" keren abis. Hmm, layak diburu sepertinya. (ง'̀-'́)ง

The Fault In Our Stars menceritakan tentang kehidupan Hazel, remaja berusia 16 tahun yang mengidap kanker. Pembaca seperti diajak untuk memahami kehidupan Hazel. Setiap hari bergantung dengan obat dan alat bantu pernafasan (Hazel kena kanker paru-paru), nggak boleh terlalu capek, nggak mungkin olahrga. Ya kira-kira seperti itu.

Hazel 'sedikit' dipaksa oleh orang tuanya untuk masuk ke dalam Support Group. Intinya Support Group berisi orang-orang yang sedang mengidap kanker atau sudah membuang (sembuh dari) kanker.

Di Support Group ini Hazel ketemu Augustus, yang bisa dibilang 'new face' di sana. Augustus datang karena diajak Isaac. Dan mulai saat itu Hazel dan Augustus mulai saling kenal. Makin lama hubungan mereka makin berkembang.

I quote one paragraph from the insight cover of this book ya.
"Inisightful, Bold, Irreverent, and Raw, The Fault in Our Stars is awar-winning-author John Green's most ambitious and heartbreaking work yet, brilliantly exploring the funny, thrilling, and tragic business of being alive and in love."

John Green kayak ngajak pembacanya supaya ikut berpikir, memperhatikan, membantu dan menerima keadaan orang lain seperti karakter-karakter yang diciptainnya di buku ini.

Ngomong soal karakter, unik-unik ini. Suka! Hazel yang tergila-gila dengan buku 'An Imperial Affliction' karangan Peter Van Houten sampai bener-bener ngebet ketemu penulis itu untuk nanya lanjutan ceritanya. Augustus yang likable bangeeeeeet, you know when you read this book. :p Peter Van Houten yang nyentrik dan sedikit sedeng. Semakin dibaca semakin keliatan kenapa mereka begitu. :)

Btw, baca beberapa review dan nggak sedikit yang nangis, tapi gue nggak nangis kayak waktu baca Dumbledore mati -_-
tapi mata udah lumayan berkaca-kaca menjelang akhir cerita buku ini. Touching story.

Gaya penulisannya bagus, ada selipan puisi. I said selipan ya. Kalau isinya puisi semua juga gue taro nih buku (I'm not a fan of poem, obviously).
Baca buku ini butuh kamus dan googling saudara-saudara. Banyak vocab yang OPO IKIIII di buku ini. Hahahahaha. Ya nambah vocabulary juga, itung-itung belajar :)
Siap-siap kamus atau handphone pokoknya kalau udah bagian dialog Peter Van Houten. I've warned you. :))

My rating : 4,5/5

Info Buku
Judul : The Fault in Our Stars
Penulis : John Green
Penerbit : Dutton Books (1st edition, 2012)
Jumlah Halaman Cerita : 313
Harga : Rp 179.000 (beli di Periplus)

Happy reading! ˆ⌣ˆ

June 02, 2012

Book Review - The Girl With The Dragon Tattoo

Terlalu semangat ngabisin buku ini dalam 3 hari. Beli dari bulan Februari dan ditelantarkan 3 bulan. :p
Awalnya penasaran karena lihat sinopsis film The Girl With The Dragon Tattoo di IMDB dan dapet rating yang oke. Tapi ditunggu-tunggu di Indonesia kok nggak nongol juga filmnya? Ternyata saudara-saudara, karena ada beberapa adult scenes, emang nggak mungkin juga ditayangin di sini, ntar bisa-bisa didemo kaya Lady Gaga *sigh* tapi DVD nya ada kok :D

Sinopsis singkat
Mikael Blomkvist yang berprofesi sebagai jurnalis dan juga salah satu pemimpin majalah Millenium terjerat kasus karena terbukti mencemarkan nama baik ahli keuangan, Hans-Erik Wennerstorm. Setelah memutuskan untuk mundur dari Millenium, Mikael mendapat tawaran pekerjaan dari Henrik Vanger, CEO Vanger Corporation yang menjadi salah satu tokoh kunci industri di Swedia. Henrik meminta Mikael untuk menulis autobiografi tentangnya sebagai "pekerjaan pendahuluan" lalu masuk ke dalam tujuan utamanya yang adalah meneliti satu per satu anggota keluarga Vanger untuk menemukan siapa pembunuh Harriet Vanger, cucu kakak Henrik, yang sudah dianggap sebagai anak Henrik sendiri. Siapa yang berusaha membuat Henrik tersiksa selama 40 tahun ini meratapi Harriet.

Lisbeth Salander yang berprofesi sebagai OHMYGOD SO GENIUS Hacker mendapat pekerjaan dari Henrik Vanger untuk menyelidiki kehidupan Mikael. Ini terjadi sebelum Mikael ditawarkan pekerjaan oleh Henrik.

Banyaknya data, foto, artikel koran dari puluhan tahun yang lalu membuat Mikael sadar, dia membutuhkan asisten agar pekerjaannya tidak berjalan terlalu lama. Dan nama Lisbeth Salander pun tercetus dari mulut pengacara Henrik Vanger. Mikael bersikeras membaca laporan tentang dirinya yang dibuat oleh Lisbeth, Mikael kesal sekaligus kagum dengan kemampuan investigasi gadis ini.

Singkat cerita, akhirnya Mikael dan Lisbeth bekerja sama untuk mengungkap kasus Harriet Vanger.

Sekarang ke karakter, semuanyaaa okeee.
Mikael tipe pria yang gampang disukai, simpel, nggak suka bertele-tele dan memegang teguh prinsip yang menurutnya benar. Hubungannya dengan "lady friend" nya pun bisa dibilang super unik. Ini di kehidupan nyata, apalagi masyarakat timur kayaknya nggak mungkin ada. Hahaha.

Lisbeth. Cewek unik cenderung aneh. Kerempeng, punya banyak tato. Jago ngehack. Tapi di buku ini dia yang paling banyak keliatan perkembangan karakternya. Dia tipe yang nggak banyak omong tapi nunjukkin lewat aksi. Entah lewat laporan investigasi yang dia buat atau emmm babuk-babuk style. :))

Vanger Family. Di keluarga ini banyaaaak manusia yang aneh, kelainan, jahat, walaupun ada juga sih yang baik. Nggak ada mereka nggak rame. Hehe. Dari antagonis sampai yang dikira protagonis tapi ujung-ujungnya bangke ada semua di keluarga ini.

Plotnya sendiri bagus. Pengungkapan misterinya makin jelas dan makin jelas tiap bab. Selalu ada clue yang bikin gue bacanya nggak cengo dan jadi bisa ngikutin ke mana proses penyelidikan ini akan berlanjut. Mantap!
Gaya penulisannya juga oke buangeet. Nggak bertele-tele. Deskripsi yang lengkap dan pas.
Bagus, bagus, bagusssss :)

FYI, masih ada 2 seri lagi dari Millenium Trilogy :
- The Girl Who Played With Fire
- The Girl Who Kicked The Hornet's Nest
Baca sinopsis buku keduanya ya ampuuuuun... Makin seru itu. Penasaran Mikael sama Lisbeth bakal jadi gimana hubungannya di buku itu. Misterinya juga kayaknya nggak kalah seru!

My rating : 5/5

Info Buku
Judul : The Girl With The Dragon Tattoo
Penulis : Steig Larsson
English Translation : Reg Keeland
Penerjemah Indonesia : Nurul Agustina
Penerbit : Penerbit Qanita, Mizan Pustaka
Jumlah Halaman : 784
Harga : Rp 75.000

Happy reading! :)