I'm dying to know how it all turns out. :')

May 24, 2012

Book Review - DIVERGENT

Another GREAT Dystopian book!! Aaaah, I ♥ it!
Yang suka Hunger Games trilogi, gue jamin bakal suka Divergent juga.

Langsung aja :D
Tokoh utama di buku ini bernama Beatrice. Dia tinggal di Chicago (nggak usah bayangin Chicago yang asli karena ini beda) yang memiliki 5 faction/golongan/kumpulan orang. Jadi di kota itu, masyarakat hidupnya terkotak-kotak sesuai dengan factionnya masing-masing. Tapi untuk tempat seperti sekolah sih nyampur.

Semua anak yang berumur 16 tahun harus ikut aptitude test, dan dari test ini akan ketauan anak itu cocok di faction mana. Besoknya, langsung ada upacara yang mengharuskan anak-anak tersebut untuk memilih satu faction. Apakah faction tempat dia memiliki keluarga kandung dan dibesarkan selama ini? Atau pindah ke faction lain? Sekali pindah faction, no turning back. Harus hidup di faction yang udah dipilih seumur hidup. Kalo ternyata nggak kuat atau nggak betah di faction yang baru ya nggak bisa pulang juga ke faction asal, orang yang pindah faction dianggap berkhianat, dan ujung-ujungnya bakal jadi factionless. Live with no family, no faction, no house, no food, kayak gembel pokoknya. So it's a big decision.

Ini gambaran singkat 5 faction yang ada di buku ini ya :
1. Abnegation - The Selfless
Nggak ada yang egois, semua mendahulukan kepentingan orang lain. Sering jadi sukarelawan. Rela keluar dari lift buat ngasih tempat untuk orang lain dan jadi naik tangga. Yup. Sampe segitunya.
2. Amity - The Peaceful
Nggak suka cari gara-gara, menghindari konflik. Trust, self-sufficiency, forgiveness, kindness, involvement jadi semacam pedoman di faction ini.
3. Candor - The Honest
Ketidakjujuran membawa kecurigaan, dan kecurigaan membawa konflik.
Jujur membuat semuanya transparan sehingga membawa kedamaian. Dengan jujur, semua orang terbiasa mendengar kenyataan tentang diri mereka sendiri sehingga mereka nggak lemah saat mendengar kejujuran itu. Kejujuran membuat orang menjadi kuat. Kadang, jujur setiap detik (baca : ngeluarin apa yang ada di pikiran) bikin ribut juga. :))
4. Erudite - The Intelligent
Kurangnya pengetahuan membuat orang tidak mengerti. Kalo nggak ngerti bikin salah paham, dan salah paham menimbulkan konflik. Dan ilmu pengetahuan adalah solusi untuk konflik.
Di faction ini, semua orang rajin belajar. Buku, komputer jadi teman karib semua orang. Pinterrrr semua!
5. Dauntless - The Brave
Nggak suka orang yang pengecut. Orang-orang di faction ini bisa dibilang paling gila, terkadang bisa dibilang brutal. Tapi mereka berani. Berani menghadapi hampir semua hal, termasuk ketakutannya masing-masing.
Manifesto yang gue suka dari faction ini 'I believe in ordinary acts of bravery, in the courage that drives one person to stand up for another.'

Nah, hasil aptitude Beatrice ini lain daripada yang lain. Hasil aptitudenya setara di 3 faction, Abnegation, Dauntless dan Erudite. Orang yang memiliki hasil seperti Beatrice disebut Divergent. Dan sangat bahaya kalo orang lain tau tentang dia yang 'menyandang' gelar Divergent ini. Bahayanya gimana? Beatrice pilih faction yang mana? Cari tau sendiri. :))

Setelah milih mau di faction mana, ada proses inisiasi untuk menyeleksi siapa saja dari calon anggota yang layak masuk dan resmi menjadi anggota faction. Ini berlaku untuk semuanya, entah dia transferan dari faction lain atau dia yang memang asli lahir dan besar di faction itu, pokoknya semua calon anggota harus ikut proses inisiasi. Bocoran dikit, tes-tesnya gilaaaaa. Pokoke wuedan. :))

Karakter-karakter di buku ini bagus!
Gue suka sama Beatrice (tentunya), keliatan makin lama makin berkembang. Dia mikir, memutuskan, dan action. Love her.
Ada karakter lain yang juga gue sukaaaa, Tobias alias Four. Hemmmhh, ini mah tipe-tipe cowok yang dari luar kulkas abis tapi aslinya care. *meleleh*
Tokoh-tokoh antagonisnya juga sip. Ada yang keliatan dari awal udah rada-rada sedeng, ada yang baru keliatan 'aslinya' di akhir cerita.
Plotnya seru! Nggak ada bab yang ngebosenin. Tiap bab bikin gue makin terikat sama buku ini, nggak mau pisah selama belum selesai. Serius iniii, Veronica Roth, I'm your fan! (≧∇≦)づ♥

Di akhir bukunya ada bonus materials, salah satunya ada Faction Quiz, dan hasilnya gue bimbang di antara Candor dan Dauntless. Hahahahaha.
Yang pastiii, Abnegation bukan gue banget. Terlalu baiiiik sih orang-orang di faction ini. Kebangetan. Baik sama bloon kadang beda tipis. Waspadalah kata Bang Napi.
Erudite juga nggak juga. Semua pake logika? Nggak sih. Gue kadang pake feeling juga, apalagi cewek, katanya kan serba pake perasaan. Bukan berarti logika mati, tapi nggak melulu semua harus based on logic. Toh, belajar terus-terusan juga bukan gue banget. Mwihihihi.
Amity sih fine, suka kedamaian iya. Appreciate music iya. Cari kebahagiaan iya. Tapi hasil kuisnya nggak ada satu pun yang milih Amity. :))

Gila dan jenius juga sih ngangkat ide yang membagi satu kota dengan 5 faction ini. Ya emang sih namanya fiksi. Tapi kalo dibayangin, nggak mungkin bisa. Pasti tiap faction ada tendensi mau ngelakuin apa yang faction lain lakuin. Kalo plek cuma boleh hidup dengan faction manifesto masing-masing aja bakalan gerahhh nggak sih. "Gue juga mau gitu!" "Gue mau ngomong jujur di depan muka dia!" "Gue mau baca buku yang itu!"
Beuh. Kebayang.

Yang pasti, gue ngarep sengarep-ngarepnya buku ini diangkat jadi film. Bacanya aja seru, apalagi liat visualisasinya!
Waktu beli, buku keduanya udah ada di Periplus, Insurgent. Harus berburu lagi.

Highly recommended!! Go buy one! :D
My rating : 5/5

Info Buku
Judul : Divergent
Penulis : Veronica Roth
Penerbit : HarperCollins
Jumlah halaman cerita : 487 ( tambah 72 halaman lagi kalau liat bonus material)
Harga : Rp 99.000 (PeriPlus)

Happy reading! ♥

May 21, 2012

Book Review - GAME OF THRONES

Intro dulu seperti biasa! :D
Setelah makin banyak nonton review buku di youtube dan tahu Game Of Thrones sampe dibikin serial tv di HBO, tertarik dan penasaran dong jadinya buat tau dan baca bukunya.
Sempet nyari-nyari di Gramedia, tapi bahasa Indonesia sepertinya belum ada, belum ada penerbit yang nerjemahin. Mau ke Periplus belum sempet-sempet juga, jadi kepending berbulan-bulan beli buku ini. Dan akhirnyaaaaaa saat temen ngajak ke Kinokuniya, buku inihhh terlihat dan langsung memanggil saya. *ehem*

Buku yang saya beli versi mungil (adanya yang ukuran ini) tapi tebelnya aje gile, begitu dibuka makin gile, tulisannya padat pake spasi single. Oh Tuhaaaaaaaan... Nafas aja susah nih kalo lihat model buku yang hurufnya dempet super rapet begini. Tapi tentu saja, penasaran mengalahkan segalanya. Tetep dibaca dong.

Sebelumnya mau ngasih tau aja, buku ini punya karakter yang BANYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK sekali. Ada anggota council, anggota kingguards, household, belum ditambah siblings sama saudara-saudaranya yang lain. Serius, man. Banyak banget. Ada apendixnya sih di belakang buku yang sangat membantu karena otak gue belum bisa menghafal kaitan semua nama dan jabatan / peran yang pernah disebut dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Banyaknya nggak kira-kira, ini satu-satunya complain gue tentang buku ini (di luar fisik buku). Too much names! *ketok2 kepala*

Main characters di buku ini adalah Starks of Winterfell yang ada di bagian utara. Bahasa Indonesianya, keluarganya si Om Eddard Stark, biasa dipanggil Ned. Winterfell itu nama kingdom / kerajaan yang dipimpin Lord Eddard Stark, dingin terus sepanjang tahun. Beda sama wilayah selatan yang punya summer.

Ned dan Catelyn (istrinya) punya 5 anak. Robb (14 yo), Sansa (11 yo), Arya (9 yo), Bran (7 yo) dan Rickon (3 yo). Ned juga punya 1 putra dari wanita lain bernama Jon Snow (kalo diliat dari umur, dia dianggap anak kedua, beda 1 tahun doang sama Robb). Anak di luar pernikahan disebut bastard, dan nggak dapet nama terakhir dari ayahnya. Jadi jangan heran kalo namanya bukan Jon Stark, melainkan Jon Snow. Jangan heran juga kalo Catelyn nggak suka sama Jon Snow. :p

Gaya penulisan George R.R. Martin keren banget. Tiap bab berisi sudut pandang salah satu karakter. Jadi beda bab beda orang. Di buku ini, sudut pandang yang diambil ada Eddard (Ned), Catelyn, Sansa, Arya, Bran, Jon (si bastard), Tyrion (adik sang Ratu), Daenerys (the last Targaryens). Ini jenius banget. Seru liat sudut pandang anak-anak kecil - remaja, sudut pandang salah satu keluarga Lannister, sampai sudut pandang Daenerys yang ada di seberang sana.

Sinopsis singkat ya, ada 7 kingdoms (biasa disebut House. Jadi punya Ned dibilang House of Stark), dan semua kingdom itu dipimpin oleh 1 Raja, Robbert Baratheon.
Robbert dan Ned ini temenan, dulu merebut tahta Raja pun barengan. Namun setelah Robbert jadi Raja, Ned sendiri memimpin Winterfell, lalu masing-masing menikah dan punya anak, bisa dibilang udah sibuk sama urusan masing-masing.

Cerita mulai seru karena kedatangan Robbert ke Winterfell dikarenakan Robbert membutuhkan Ned sebagai Hand of the King-nya yang baru. Hand of the King bertugas seperti tangan kanan, orang kepercayaan, orang yang gantiin Raja kalo Raja lagi nggak ada, dan juga penasihat dan konselor sang Raja. Jon Arryn, Hand of the King sebelumnya yang sudah Ned anggap sebagai ayah sekaligus kakak meninggal. Kematian Jon Arryn di mata Ned dan Catelyn istrinya penuh dengan misteri, karena istri Jon Arryn yang adalah adik perempuan Catelyn, memberi mereka surat peringatan bahwa sang pembunuh suaminya adalah keluarga Lannister, keluarga sang Ratu.

Ned akhirnya setuju menjadi Hand of The King dan ikut Robbert ke selatan. Dia kayak ngerasa punya tanggung jawab juga buat menyelamatkan sahabat yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri dari orang-orang yang bisa dibilang jahat dan licik yang mengelilinginya di kerajaan itu. Terlebih lagi setelah adik istrinya memberi peringatan tentang keluarga Lannister, keluarga sang Ratu yang menjadi istri sahabatnya itu. Ned merasa harus membuka kebenaran di balik kematian Jon Arryn.

Ned pergi bersama Robbert sambil membawa dua anak gadisnya, Sansa dan Arya. Sansa sudah dijodohkan dengan Joffrey, putra sulung Robbert. Dan Arya diharapkan bisa belajar berbagai macam hal yang ada di selatan. Winterfell diserahkan pada Catelyn dan juga Robb, putra sulung mereka yang berumur 14 tahun.

Jadi jalan ceritanya mengalir dari karakter yang satu ke karakter yang lainnya. Lampu sorotnya gantian, dan tiap bab banyak info-info yang terselip. Dari sudut pandang Tyrion, pembaca bisa tau sedikit demi sedikit background keluarga Lannister. Dari sudut pandang Arya, pembaca bisa tau gimana semangatnya Arya kecil dalam menyerap ilmu dan belajar pedang dan pendapat Arya tentang saudara-saudarinya. Dari sudut pandang Catelyn, pembaca bisa belajar sejarah keluarga Stark dan juga keluarga Catelyn sendiri. Bagaimana hubungan antar kerajaan yang dipimpin oleh Robbert. Dan sebagainya. Mudah-mudahan kebayang ya gambaran bukunya.

Makin complicated saat masing-masing keluarga, Stark vs Lannister menyandera anggota keluarga yang lain. Stark punya 1 Lannister. Sementara Ned dan 2 anak gadisnya bisa dibilang dikelilingi antek-anteknya Lannister di kediaman Raja.
Plotnya seru, twistnya juga bikin gemes!

Buku ini nggak jauh-jauh dari penggabungan kekuatan, pengkhianatan, kesetiaan, atur strategi, tragedi, kemenangan - kekalahan, ancaman, manipulasi. Politik kerajaannya kentel. Ya iyaaa, judulnya aja Game of Thrones. :))

Karakter yang paling gue suka, Ned. Oh ini si Lord Eddard Stark mah tipe pemimpin, ayah, suami yang OMG perfect dan likable banget. (≧∇≦)づ♥ Novel fiksi kalo nggak ada tokoh beginian pasti kurang ya. :p
Daenerys juga menarik bangeeett, dari awal sampai akhir cerita dia yang paling keliatan perkembangannya. Suka suka suka!

Endingnya bikin gue OHMYGAWD OHMYGAWD, kok bisa jadi ada beginian???!
Pasti bakal beli lanjutannya, Clash of Kings. :D

My rating : 5/5
Recommended! ˆ⌣ˆ

Info Buku
Judul : Game of Thrones
Penulis : George R.R. Martin
Penerbit : Bantam Books
Jumlah Halaman Cerita : 807
Harga : Rp 84.600 (Kinokuniya), dan terakhir lihat di Periplus bandrolnya Rp 89.000

Happy hunting, happy reading! ♡