Penulis : Virginia Novita
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan kedua : Feb 2012)
Jumlah Halaman : 288
Harga : Rp 45,000.
Setelah memecut diri untuk ngepost, buku ini jadi pilihannya.
Metropop pertama yang ada di blog ini. Beli bulan lalu, baru post hari ini. *ehem.
Btw, mulai tertarik lagi nih sama Metropop, setelah novel-novel Clara Ng & Alberthiene Endah dan Ilana Tan, ini novel yang paling berkesan (so far).
Pertama penasaran beli karena baca tweetnya @Gramedia. Beginilah kalau follow penerbit, banyak dapet info dan juga bisa tahu komentar-komentar yang udah baca dan ujung-ujungnya saya tergodaaa juga. Banyak yang bilang lucu. Tingkat penasaran saya langsung naik lima level. :p
Udah beberapa kali nyoba beli online di gramediashop.com tapi stoknya selalu kosong, tapi di Gramedia toko buku yang di mall-mall banyak kok stoknya. Kan ceritanya saya mau dapet diskon lebih gede gitu dibandingkan pake Flazz BCA yang cuma 10%. Tapi nggak kesampean. :p
Oke, kebanyakan intro. Sorry.
Nah, kalau boleh jujur, saya kurang tertarik karena judulnya. Kesannya kok sinetron banget.
Tapi ceritanya, ternyata oh ternyata, seruuuu! Dan emang bener, lucu! Unik banget.
Tokoh utamanya Miranda, dia entrepreneur yang punya butik dan restoran di Jakarta. Hidup sebagai orang tua tunggal dengan satu anak membuat Miranda ingin membantu wanita-wanita yang nasibnya sama seperti mereka. Cara membantunya adalah dengan memberi pelatihan dan pekerjakan mereka di butik dan restorannya.
Ketidaksukaannya pada orang kaya karena pengalaman pribadinya. Pengalaman apa? Baca sendiri, ntar spoiler lagi. :p
Apalagi lingkungan orang kaya kan cenderung menjudge orang lain dari ukuran 'seberapa banyak harta lo?' 'Punya mobil berapa?' 'Udah pernah pergi ke mana aja?' 'Punya baju brand ini nggak?'
Kira-kira gitu, you get the picture, right?
Pokoknya, Miranda sebisa mungkin nggak mau berurusan sama orang kaya.
Sering kan, semakin kita menghindari sesuatu, justru malah ketemu. Mungkin memang pada suatu waktu tertentu, apa pun itu yang kita hindari harus dihadapi.
Bedanya, Miranda menghadapi orang kaya dengan cara yang lain daripada yang lain.
Diculik. :))
Adrian, pria yang mengaku tunangannya direbut oleh adik Miranda nekat menculik Miranda untuk membantunya. Membantu memisahkan adik Miranda dengan tunangannya.
Penasaran dengan kebenaran cerita Adrian, Miranda akhirnya menyetujui untuk menjadi mata-mata bersama Adrian untuk mengawasi dua orang yang penting bagi mereka berdua itu. Tidak perlu waktu lama untuk mereka untuk mencairkan semua atmosfer yang tidak enak di tengah mereka.
Oh, Brianna awalnya jengkel setengah mati pada Adrian, orang yang diculik lalu dibawa ke pulau lain gimana nggak jengkel? :p
Kesan pertama Adrian bertemu Miranda bisa dibilang kurang baik. Lengkap sudah... :))
Belum lagi kejadian Miranda yang dikira tunangan Adrian saat mereka tidak sengaja bertemu rekan bisnis Adrian. Sandiwara baru dimulai. Kejutan baru pun dimulai yang membuat mereka harus bersama-sama melaluinya saat itu.
Siapa sangka, Miranda harus berhati-hati, karena dengan Adrian hidupnya serasa dijungkir-balikkan.
Ide cerita novel ini unik, saya sih baru pertama kali baca cerita yang seperti ini. Single mom, entrepreneur, punya hubungan yang menarik dengan orang-orang di sekitar dan juga anaknya. Karakter-karakter lain yang ada di dalam novel ini juga bagus. Porsinya pas. :)
Kejutan yang ada di bab-bab awal bener-bener nggak disangka dan yang pasti bikin saya cengar-cengir. Ada selipan komedi yang saya suka juga.
Intinya, saya sukaaa!
Happy reading! :D