Topik yang diambil Delirium menarik. Mengambil setting di Portland, semua penduduk yang ada di situ menganggap love is a disease, love is dangerous. Crazy enough, eh?
Di Portland, setiap anak yang berumur 18 tahun bakal menerima procedure. Mereka dioperasi sedemikian rupa until they can not feel love anymore. Orang yang udah dioperasi menurut gue sih bisa dibilang sedikit aneh ya. They couldn't feel love, jadi kalo ngomong ya cenderung datar dan biasa-biasa aja, nggak ada simpati, empati, kasih dkk gitu pastinya. Nggak seekspresif orang normal, taat mampus sama aturan. Nggak ngerti having fun.
Tokoh utama di Delirium bernama Lena. Sejak orang tuanya meninggal, Lena dan Rachel (kakaknya) diasuh dan tinggal bersama tantenya. Lalu saat Rachel sudah menikah, Lena masih tinggal dengan tante, om, juga kedua sepupunya yang lain di rumah yang sama.
Cerita dibuka dengan 95 hari sebelum ulang tahun Lena yang ke-18, yang berarti 95 hari sebelum procedure. 95 hari dia berpikir dirinya akan aman, bebas dari rasa sakit. Bebas dari penyakit.
Sebelum lulus dari sekolah, semua anak yang duduk di senior year harus menjalani evaluation test. Ini semacam test akhir supaya setiap anak bisa dipasangkan sesuai dengan nilai dan hasil akhir evaluasi. Jodoh ditentuin, bok. Evaluator-evaluator yang nguji bakal kasih daftar yang berisi empat atau lima nama pasangan yang disetujui. Salah satu dari itu akan jadi suami/istri setelah lulus kuliah.
Lena mempunyai sahabat dekat yang bernama Hana. Berbeda dengan Lena yang pendiam, penurut, taat aturan, Hana orang yang ekspresif, suka mencoba hal baru. Dua pribadi yang bertolak belakang tapi jadi sahabat karib. Mereka berdua sering berlari bersama. Olahraga. Di saat Hana memimpin rute berlari mereka berdua, Hana mengajak Lena untuk masuk ke government loading area. Di situ lah Lena bertemu dengan Alex. Lagi. Untuk yang kedua kalinya.
Dari situ mulai berkembang hubungan Lena-Alex ini. Gimana pergumulan Lena karena dia merasa dirinya mulai 'sakit' karena merasakan sesuatu yang berbeda dengan adanya Alex di hidupnya. Lena yang tadinya nggak sabar mau menjalani procedure mulai menjadi ragu-ragu.
Di buku ini jelas banget dijabarin symptoms of Amor Deliria Nervosa (ini nama penyakitnya).
Ada 4 fase, dari awal, critical, sampe fatal. Fase-fasenya ya kayak orang yang mulai jatuh cinta aja. Susah fokus, tangan keringetan saking nervousnya, nafsu makan naik turun, nggak bisa tidur, mikirin si dia. Eaa~ Dan lanjut terusss sampai fase terakhir yang konon katanya bisa bikin orang mati.
Uniknya, di awal tiap bab ada epigraf yang berisi kutipan-kutipan dari buku (dari buku pelajaran sampai buku umum yang berkaitan dengan penyakit ini), puisi, lagu yang biasa dinyanyiin di permainan anak-anak, quotation. Keren ini. Penulisnya bisa banget bikin beginian. Cool!
Ambil contoh epigraf di bab 16
" Unhappiness is bondage; therefore, happiness is freedom.
The way to find happiness is through the cure.
Therefore, it is only through the cure that one finds freedom."
- From Will It Hurt? Common Questions and Answers About the Procedure, 9th edition, Association of American Scientist, Official USA Government Agency Pamphlet.
27 bab, dan ada 27 epigraf. Uwow.
Spoiler alert. Yang nggak mau baca spoiler, STOP. Jangan lanjut baca.
Gue pikir Delirium itu bikin puas setara atau mirip-mirip sama Divergent, tapi bagi gue pribadi Delirium sih masih adiknya Divergent.... Bagus tapi nggak bikin gue beruwoooh-uwoooh ria waktu baca. -_-
Kenapa? Menurut gue ceritanya medium-paced. Ya emang dirancang buat sekuel lanjutannya sih. Tapi gue udah gemes dan nggak sabar, "KAPAN NIH SI LENA BERONTAKNYA???? KAPAN NIH DIA SADAR ADA YANG NGGAK BERES SAMA ATURAN2 ITU? KAPAN DIA KELUAR DARI SITUUUH?!!!" Aaaaaa.
Tindakan yang Lena ambil ya ada juga. Dia juga gerak kok. Tapi kayak kebanyakan bego gitu tuh. Saking udah ke-brainwash dari kecil sama governmentnya ini....
Ya pokoknya bikin gemes. Buat gue sih ini kurang cepet jadi selama baca makin lama makin nggak sabar. Tiap ganti bab tuh gue ngarep si Lena udah kabur dari tempat dia trus pergi bareng Alex, nyari mamanya, dsb. Tapi oh tapi, mungkin itu disimpan buat buku kedua. >.<
My Rating : 4/5
Info Buku
Judul : Delirium
Penulis : Lauren Oliver
Penerbit : HarperCollins Publishers
Jumlah Halaman Cerita : 441
Harga : Hardcover Rp 179.000 (Periplus). Mending beli softcovernya aja Rp 89.000 T____T
Happy reading!
No comments:
Post a Comment