Penulis : aL Dhimas
Penerbit : GagasMedia (cetakan 1, 2012)
Jumlah halaman : 262
Harga : Rp 40.000
Jujur, tertarik membeli novel ini karena aL Dhimas adalah penulisnya, aL Dhimas juga penulis 'Magnificent', salah satu novel dari sekian banyak The Glam Girls Novel. Gaya penulisannya yang asik dan mengikuti tren anak muda (atau dewasa muda? Daripada dibilang tua, kan...hehe...) sampai saat ini tidak pernah mengecewakan.
Inti ceritanya klise. Dua orang sahabat yang akhirnya jatuh cinta. Tapi, seperti yang pernah saya dengar dari seorang penulis senior, klise itu sah. Tema yang klise tidak pernah basi. Tergantung bagaimana penulis mengolahnya, dan aL Dhimas sudah membuktikan dan menyajikan hasil olahan yang sedap dibaca! :D
Flavor of Love bercerita tentang Pru dan Aro, yang sudah bersahabat sejak kecil, karena kedua orang tua mereka juga dekat dan bertetangga. Saat Pru tinggal sendiri di rumahnya yang jaraknya dekat dengan rumah Aro, ayah Pru menitipkan anaknya pada Aro, tolong dijaga. Pelayanan antar jemput dari Aro setiap hari dan Pru membalas dengan membuatkan cupcakes chocolate biasa dilakukan mereka.
Novel ini semakin menarik bagi saya karena diceritakan bahwa Prue memiliki blog. aL Dhimas sebagai penulisnya lihai banget nih, bisa menggambarkan blog post berikut comment-comment dari berbagai macam karakter manusia yang masuk dengan wajar dan bagus.
Dari perbincangan Pru dengan redaktur pelaksana di tempatnya bekerja sampai obrolannya dengan Aro, Pru mendapat ide untuk mengungkap misteri di balik alasan-alasan pria menahan diri untuk membentuk sebuah keluarga.
Seru membaca usaha Pru untuk mencari info, wawancara sumber sampai observasi dadakan ataupun yang sudah direncanakan untuk dituangkan dalam kata-kata. Para blogger pasti manggut-manggut "gue juga pernah begitu." :))
Flavor of love menceritakan tentang cinta yang akhirnya menemukan waktu yang tepat, cinta yang tumbuh seiring dengan usia persahabatan dua insan manusia. Konon katanya, pertumbuhan itu pasti mengalami sakit. Mereka pun mengalami tantangannya masing-masing, dari diri mereka sendiri dan juga orang lain.
"It's all in the timing. You gotta add chocolate before you put cupcake into the oven." (hlm 261)
Happy reading! :D
No comments:
Post a Comment