Pengarang : Robin Wijaya
Penerbit : GagasMedia (cetakan 1, 2012)
Jumlah halaman : 298
Harga : Rp 43.000
Before Us menceritakan tentang Agil, yang di awal cerita dikisahkan bertunangan dengan Ranti. Walaupun sudah bertunangan dengan Ranti, di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih menyimpan cinta untuk orang lain, dan ketika orang itu muncul kembali di kehidupannya setelah sekian tahun, rasa cinta itu kembali menguasainya walau sudah ia coba tahan semampu yang ia bisa. Dilema. Di satu sisi Agil tahu harus setia dengan Ranti, tunangannya yang akan ia nikahi. Di sisi lain, cinta tak berbohong, ia masih cinta dengan sahabatnya itu.
Selingkuh di belakang Ranti akhirnya dilakukan Agil. Bertunangan dengan Ranti, dan di sela-sela kesibukannya ia pun harus membagi waktu dengan sahabat sekaligus orang yang ia cintai. Agil berada dalam posisi yang tidak mau untuk memilih salah satu, ia ingin bersama Ranti tunangannya, dan juga bersama kekasihnya. Namun, pada akhirnya memang hanya satu yang harus dipilih. Agil pun tak bisa berbuat banyak saat kekasihnya memilih untuk meninggalkan Agil dengan orang lain. Decision has been made.
Sudah empat tahun Agil menjalani pernikahan, empat tahun juga Agil belajar agar tetap melangkah di jalur yang benar, dan tidak keluar dari jalur itu. Dari pernikahannya dengan Ranti, mereka dikaruniai seorang anak, Melani. Di saat semuanya nyaman bagi Agil, sekali lagi, orang itu, yang telah menghilang selama empat tahun, kembali muncul dan mengatakan ingin bersama dengan Agil kembali.
Before Us mengungkapkan kisah cinta yang mungkin saja tidak banyak orang yang mengetahui bahwa ada kisah cinta seperti ini. Manusia dihadapkan pada perasaan banyak orang, penghakiman, pilihan dan keputusan. Buku ini unik karena mengangkat kisah cinta yang berbeda, lebih kompleks dan lebih banyak tantangan.
Melihat 'Tentang Pengarang' di cover belakang buku, dan melihat ini adalah novel romance dewasa pertama yang ia tulis membuat saya terkagum-kagum. Alur cerita yang bagus, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat membuat saya nikmat membaca buku ini. Tata bahasa yang digunakan pun rapi dan enak dibaca. Recommended bagi pecinta novel romance yang mau cari suasana baru. :)
"Rasa tak harus selalu diterjemahkan. Biar ia membimbing kita menuju tempat yang semestinya, tanpa perlu kita tanya." (hlm 80)
Hi, makasih ya udah baca Before Us
ReplyDeleteReview yang menarik :)
Robin Wijaya
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteWah, reviewnya dibaca Mas Robin! :)
ReplyDeleteDitunggu buku berikutnya, Mas :)