I'm dying to know how it all turns out. :')

March 24, 2012

Flavor of Love

Judul buku : Flavor of Love
Penulis : aL Dhimas
Penerbit : GagasMedia (cetakan 1, 2012)
Jumlah halaman : 262
Harga : Rp 40.000

Jujur, tertarik membeli novel ini karena aL Dhimas adalah penulisnya, aL Dhimas juga penulis 'Magnificent', salah satu novel dari sekian banyak The Glam Girls Novel. Gaya penulisannya yang asik dan mengikuti tren anak muda (atau dewasa muda? Daripada dibilang tua, kan...hehe...) sampai saat ini tidak pernah mengecewakan.

Inti ceritanya klise. Dua orang sahabat yang akhirnya jatuh cinta. Tapi, seperti yang pernah saya dengar dari seorang penulis senior, klise itu sah. Tema yang klise tidak pernah basi. Tergantung bagaimana penulis mengolahnya, dan aL Dhimas sudah membuktikan dan menyajikan hasil olahan yang sedap dibaca! :D

Flavor of Love bercerita tentang Pru dan Aro, yang sudah bersahabat sejak kecil, karena kedua orang tua mereka juga dekat dan bertetangga. Saat Pru tinggal sendiri di rumahnya yang jaraknya dekat dengan rumah Aro, ayah Pru menitipkan anaknya pada Aro, tolong dijaga. Pelayanan antar jemput dari Aro setiap hari dan Pru membalas dengan membuatkan cupcakes chocolate biasa dilakukan mereka.

Novel ini semakin menarik bagi saya karena diceritakan bahwa Prue memiliki blog. aL Dhimas sebagai penulisnya lihai banget nih, bisa menggambarkan blog post berikut comment-comment dari berbagai macam karakter manusia yang masuk dengan wajar dan bagus.
Dari perbincangan Pru dengan redaktur pelaksana di tempatnya bekerja sampai obrolannya dengan Aro, Pru mendapat ide untuk mengungkap misteri di balik alasan-alasan pria menahan diri untuk membentuk sebuah keluarga.
Seru membaca usaha Pru untuk mencari info, wawancara sumber sampai observasi dadakan ataupun yang sudah direncanakan untuk dituangkan dalam kata-kata. Para blogger pasti manggut-manggut "gue juga pernah begitu." :))

Flavor of love menceritakan tentang cinta yang akhirnya menemukan waktu yang tepat, cinta yang tumbuh seiring dengan usia persahabatan dua insan manusia. Konon katanya, pertumbuhan itu pasti mengalami sakit. Mereka pun mengalami tantangannya masing-masing, dari diri mereka sendiri dan juga orang lain.

"It's all in the timing. You gotta add chocolate before you put cupcake into the oven." (hlm 261)

Happy reading! :D

Before Us

Judul buku : Before Us
Pengarang : Robin Wijaya
Penerbit : GagasMedia (cetakan 1, 2012)
Jumlah halaman : 298
Harga : Rp 43.000


Before Us menceritakan tentang Agil, yang di awal cerita dikisahkan bertunangan dengan Ranti. Walaupun sudah bertunangan dengan Ranti, di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih menyimpan cinta untuk orang lain, dan ketika orang itu muncul kembali di kehidupannya setelah sekian tahun, rasa cinta itu kembali menguasainya walau sudah ia coba tahan semampu yang ia bisa. Dilema. Di satu sisi Agil tahu harus setia dengan Ranti, tunangannya yang akan ia nikahi. Di sisi lain, cinta tak berbohong, ia masih cinta dengan sahabatnya itu.

Selingkuh di belakang Ranti akhirnya dilakukan Agil. Bertunangan dengan Ranti, dan di sela-sela kesibukannya ia pun harus membagi waktu dengan sahabat sekaligus orang yang ia cintai. Agil berada dalam posisi yang tidak mau untuk memilih salah satu, ia ingin bersama Ranti tunangannya, dan juga bersama kekasihnya. Namun, pada akhirnya memang hanya satu yang harus dipilih. Agil pun tak bisa berbuat banyak saat kekasihnya memilih untuk meninggalkan Agil dengan orang lain. Decision has been made.

Sudah empat tahun Agil menjalani pernikahan, empat tahun juga Agil belajar agar tetap melangkah di jalur yang benar, dan tidak keluar dari jalur itu. Dari pernikahannya dengan Ranti, mereka dikaruniai seorang anak, Melani. Di saat semuanya nyaman bagi Agil, sekali lagi, orang itu, yang telah menghilang selama empat tahun, kembali muncul dan mengatakan ingin bersama dengan Agil kembali.

Before Us mengungkapkan kisah cinta yang mungkin saja tidak banyak orang yang mengetahui bahwa ada kisah cinta seperti ini. Manusia dihadapkan pada perasaan banyak orang, penghakiman, pilihan dan keputusan. Buku ini unik karena mengangkat kisah cinta yang berbeda, lebih kompleks dan lebih banyak tantangan.

Melihat 'Tentang Pengarang' di cover belakang buku, dan melihat ini adalah novel romance dewasa pertama yang ia tulis membuat saya terkagum-kagum. Alur cerita yang bagus, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat membuat saya nikmat membaca buku ini. Tata bahasa yang digunakan pun rapi dan enak dibaca. Recommended bagi pecinta novel romance yang mau cari suasana baru. :)

"Rasa tak harus selalu diterjemahkan. Biar ia membimbing kita menuju tempat yang semestinya, tanpa perlu kita tanya." (hlm 80)