I'm dying to know how it all turns out. :')

November 27, 2011

GET YOUR FREAK ON TAG!

Kemarin-kemarin habis vlog walking dan nonton video yang get your freak on. Dan setelah baca pertanyaannya ternyata lumayan seru juga!

1. What's a nickname only your family calls you?
Macem-macem sih panggilannya. Ortu & koko pertama & Oma & Mba dan karyawan toko yang udah kerja lama manggilnya "nok".  Buat yang nggak tau, "nok" itu ya bisa disamain kaya "neng", panggilan buat anak perempuan. Entah sampe umur berapa gue dipanggil nok, kebayang kalo nanti punya anak perempuan trus mereka manggil gue nok dan manggil anak gue dengan namanya. Lol. Weird.
Kalau Opa dan beberapa karyawan yang lebih tua manggil nama, "Gris".
Koko kedua manggil gue, "Dede".
Kan kita masih punya adik lagi, nah koko gue yang ini justru nggak manggil si bontot dengan "dede", nggak biasa katanya. Lagian bingung kalo manggil "De" trus yang nengok dua orang. :))

2. What's a weird habit of yours?
Gue suka gigit-gigit lidah. Tentunya lidah gue sendiri ya saudara-saudari. :))
Nggak nyadar juga kapan mulai begini, tapi kalau gue udah fokus nulis atau ngetik pasti kebiasaan gigit-gigit lidah mulai. Dan lidah yang "dikunyah" itu selalu dengan gigi kanan. Kalau dirontgen lidah bagian kanan pasti strukturnya nggak semulus bagian kiri. :p

3. Do you have any weird phobias?
Gue sih takut mampus sama tikus. Tapi itu menurut gue normal karena tikus binatang paliiiiiing menjijikkan dan menyeramkan. Papa sama adik gue sih suka ngeledek kalau gue nggak berani naik ke rumah duluan karena takut naik tangga yang posisinya deket gudang. Dulu, di deket tangga itu banyak banget tikus. Gue nggak ngerti itu tikus bisa dateng darimana dan kenapa tau-tau berkembang biak nggak sante, jadi banyak!  Kalau mau ke tangga, gue selalu buat suara berisik dulu, karena tikus juga kabur kalau denger suara-suara. Seringnya sih, gue pake skill sprint gue di tangga sambil teriak dan tutup kuping. Iya tutup kuping. Kebiasaan kalau nonton film horror gue tutup kuping biar nggak kaget sama sound effectnya, nah ini gue pake pas kabur dari tikus. Nggak nyambung emang. Tapi tetep gue pake. Tikus = horror.
Untungnya sekarang rumah dan gudang serta toko udah bersih dari tikus. setelah bujuk-bujuk papa buat beli perangkap tikus mahadahsyat. Hehehe.

4. What's one of your nervous habits?
Kalau besoknya ada sesuatu yang penting. Entah itu ujian akhir, sidang skripsi, interview kerja, dateng ke seminar yang gue suka,  gue jadi susah tidur. Udah coba merem paksa, tapi otak tetep mikir "besok bakal kayak gimana ya?"
Ini sih kebiasaan yang nyebelin, seriusan. Nggak bisa tidur itu nyiksaaaaa. Huhuhu. Padahal gue suka bantal guling gue. #apeu

5. What side of the bed you sleep on?
Karena kamar gue sih ranjangnya single size, gue bingung juga jawabnya. Tapiiii kalau nginep di hotel sama keluarga, gue selalu milih yang viewnya paling enak buat nonton tv. :)) dan memaksa saudara gue tidur di sisi lainnya. B-)

6. What's the drink you always order at Starbucks?
Chocolate cream chip.
Karena dulu nggak gitu suka kopi, selaluuu beli ini.
Tapi sekarang banyak yang baru, green tea yang blended juga enak. :)

7. Do you have any weird body skills?
Nggak ada deh kayaknya. *setelah dipikir-pikir.
Kecuali nabok orang sampe meninggalkan jejak cap 5 jari dengan mudah termasuk skill. Looooh?! Huahahaha.

8. What's your favourite 'comfort food' / food thats 'bad' but you love to eat it anyways?
Indomie goreng! Baaahhh... Ini sih nggak ada yang ngalahin! Indomiiiee...seleraaaku... Dari semua mie goreng instan yang pernah gue coba, Indomie goreng masih jadi juaranya. :D
Nggak boleh sering-sering katanya. Bahaya. But yummy is yummy, you know? :p

9. Which way do you face in the shower?
Ini pertanyaannya sedikit aneh. Gue sih muter-muter kalau showeran. Showeran? Huahaha. Kata yang dipilih rada aneh ya. Maklum.
Ya kalau mau basahin muka menghadap shower, kalau mau basahin rambut gue biasanya ngebelakangin shower. Trus muter keliling deh, mana yang butuh air lebih banyak. Intinya ya muter-muter! :p

10. Time to sleep - what are you actually wearing?
Dari kecil sampe segede ini, mama gue selalu beliin piyama. Jadi ya udah nyaman kalau tidur pake piyama. Nggak bisa tidur pake celana kargo, kaos yang bahannya tebel. Apalah itu, mau tidur kok "berat"? Meh. Pokoknya kalau mau tidur entah pake piyama atau celana basket (yang bahannya gluyur-gluyur adem itu loh. Lagi, maaf ya bahasa gue aneh) dan kaos belel. :D

Selesai!
Kalau ada yang jawab pertanyaan-pertanyaan kayak gini let me know ya. Mau baca juga. :D

November 14, 2011

Mead and Marked


Selesai dibaca, ternyata apa yang saya harapkan dari baca dan nonton book review orang-orang nggak sama dengan yang saya alami. 
Saya pikir Marked (House of Night) lebih bagus daripada Mead (Vampire Academy), tapi buat saya, Mead lebih bagus.  Jeng jeng... Inilah bukti kalau selera orang beda-beda.
Tokoh-tokohnya saya lebih suka yang di Vampire Academy, ya yang di House of Night juga nggak masalah sih, cuma lebih berkesan dan lebih terikat dengan tokoh utama di Mead gitu.
Masih harus dicoba di buku berikutnya buat tau kelanjutan ceritanya, barangkali aja tambah seru. :)


MEAD
Tokoh utamanya bernama Rose, yang mempunyai teman dekat bernama Lisa.  Selain teman dekat, Lisa adalah Moroi yang harus dijaga oleh Rose.
Di buku ini vampir disebut Moroi, nah Moroi sendiri ada yang kaum royal dan kaum biasa, Lisa ini adalah Moroi princess, dia termasuk kalangan royal. 

Vampire Academy sendiri adalah sekolah untuk para Moroi dan guardians-to-be, jadi kaum dhampir seperti Rose (half human, half vampire) sekolah di Vampire Academy supaya bisa jadi guardian.  Melindungi Moroi adalah tugas para dhampir sebagai guardian. Anehnya gini, dhampir nggak bisa bereproduksi dengan sesama dhampir, harus dengan Moroi supaya bisa punya anak dan lanjutin keturunan. Dhampir nggak bisa juga bereproduksi sama manusia.  Jadi bagi dhampir, Moroi itu bener-bener penting dan harus dijaga biar nggak punah karena jumlah Strigoi yang makin berkembang.  Yah, namanya juga cerita, aneh-aneh dikit nggak apa, asal alur ceritanya enak dibaca ya lanjut. :)

Ada juga yang disebut Strigoi.  Strigoi ini adalah Moroi yang jahat, yang tergoda ingin hidup immortal, kebanyakan Moroi tergoda jadi Strigoi karena iming-iming hidup abadinya, caranya jadi Strigoi gimana?  Minum darah manusia, sampai manusia itu mati.  Dan kalau sampai Moroi kena gigitannya Strigoi, berubah juga deh tuh jadi Strigoi.

Nah, disini uniknya.  Di buku ini, vampir-vampir punya feeder, manusia-manusia yang rela darahnya disedot vampir.  Katanya, manusianya juga enak, kaya nge-fly gitu deh kalau digigit vampir (efek saliva vampir yang nempel dan masuk ke sistem peredaran darah mereka, ewww...kinda gross?).
Ya yang saya bayangin sih para feeder ini nggak beda jauh sama para pemakai narkoba yang keenakan mainan jarum suntik biar nge-fly.

Singkat cerita, Rose dan Lisa yang udah dua tahun kabur dari Vampire Academy berhasil ditemukan oleh sekelompok guardian yang dipimpin oleh Dimitri.  Mereka kembali ke Academy, dan berusaha untuk kembali menjalani kehidupan "normal", tapi ada hal-hal aneh yang menimpa Lisa karena sering ditemukan hewan-hewan mati bergelimpangan darah disekitarnya.  Someone played dirty.
Ada juga murid yang suka cari gara-gara ke Rose dan Lisa, menyebar gossip-gossip nggak bener bahkan terang-terangan adu mulut di depan umum. 
Rose dan Lisa mempunyai ikatan yang kuat, hmm lebih tepatnya ajaib :p
Emosi yang dirasakan Lisa, entah itu malu, marah, senang, sedih, semangat dsb bisa dirasakan juga oleh Rose.  Bahkan, terkadang Rose bisa "masuk" ke dalam kepala Lisa, liat apa yang Lisa liat, denger apa yang Lisa omong.  Tapi ikatan ini cuma satu arah, Rose aja yang bisa begitu.
Lisa sendiri punya kekuatan misterius, dia bisa menyembuhkan makhluk hidup yang sakit atau mati. Lisa penyayang binatang, dan ini yang dipakai oleh si tokoh jahat untuk terus naro binatang-binatang mati di dekat Lisa supaya Lisa memakai kekuatannya. Tetapi itu sangat berbahaya bagi dirinya sendiri, secara mental dan fisik.  Menurut sejarah vampir, dulu juga ada yang punya kekuatan kaya Lisa, dan dia hampir gila dan mencoba untuk bunuh diri beberapa kali.  Intinya, bahaya dipake.  Selain itu Lisa juga mempunyai kemampuan untuk melakukan compulsion (yang nonton The Vampire Diaries harusnya tau apa itu compulsion!! lol). 
Compulsion itu kaya kekuatan untuk memaksa orang lain untuk melakukan apa yang kita mau, cukup melihat matanya, mengatakan perintahnya, dan orang yang kena compulsion langsung nurut.  Nah, Lisa ini nggak punya sembarang compulsion, karena dia bisa menggunakan compulsion ke sesama Moroi juga.


Untuk Rose sendiri, dia dapet training khusus dari Dimitri.  Ya seperti biasa, lama-lama Rose suka sama Dimitri. :))  Tapi ya mereka sama-sama dhampir, udah gitu Dimitri lebih tua 7 tahun dari Rose, dan Dimitri juga guardiannya Lisa.  Rose juga dilatih supaya resmi jadi guardiannya Lisa, dan kalau saling suka, kalau ada bahaya, fokus mereka bisa-bisa bukan nyelamatin Moroi, tetapi nyelamatin orang yang disuka dulu.  Katanya sih kalau begitu bisa gawat.  Hehehe.

Lisa juga ketemu Christian di academy, siapa itu Christian?  karena ngeliat ketikan diatas udah lumayan panjang saya stop sampai sini. :))
pokoknya seru sih ceritanya, dari pihak jahat yang berusaha manfaatin Lisa, Rose yang ngelindungin Lisa, Lisa juga berusaha ngelindungin Rose, sampai ketemu musuh dalam selimut. 
Seru!  Saya pasti beliiiii lanjutannya. :D


MARKED
Tokoh utama di buku ini bernama Zoey, manusia biasa (awalnya), dan tiba-tiba dia didatangi Tracker (sebutan buat pencari manusia yang akan berubah menjadi vampyre, nggak tau deh di buku ini tulisan vampire jadi vampyre pake Y).  Tracker itu membubuhkan tanda di dahi manusia, dahi Zoey in this case. 

Jadi di buku ini manusia dan vampir saling tau keberadaan dunia lain masing-masing.  Manusia tau kalau vampir itu ada dan mereka tau ada sekolah yang namanya House of Night untuk manusia-manusia yang berada dalam masa transisi (Change) untuk menjadi vampyre.  4 tahun sekolah di House of Night, belajar berbagai macam hal dari sejarah sampai seni.  Selama 4 tahun itu, ada juga yang meninggal karena badannya menolak untuk berubah menjadi vampyre.  Jadi ya seperti untung-untungan juga sih, sekolah beberapa tahun, bisa aja meninggal di tahun terakhir.  Ada juga yang meninggal di tahun pertama. 

Yang membuat Zoey spesial dari fledgling (sebutan untuk para calon vampyre yang berada di House of Night) lainnya adalah Mark yang ada di dahinya.  Zoey sendiri menyembunyikan fakta bahwa dia bertemu Nyx, goddess yang dipuja oleh vampyre dalam mimpinya.
Baca kata Nyx yang pertama muncul di otak saya adalah brand cosmetic, hehe.
Oke, back to topic.  Kekuatan spesial Zoey semakin terlihat saat ada ritual khusus di House of Night, High Priestess, Neferet, yang juga mentor Zoey melakukan ritual dengan memanggil 5 elemen, air, api, angin, tanah, spirit, dan Zoey merasakan kelima-limanya, hal ini nggak biasa karena teman-teman fledgling Zoey yang lain nggak merasakan hal yang spesial saat ritual itu.  Fledgling yang bisa melakukannya adalah Aphrodite, ketua dari perkumpulan Dark Daughters di House of Night.  Aphrodite sendiri berambisi ingin menjadi High Priestess yang ingin digagalkan oleh Zoey dkk karena Aphrodite memiliki niat yang jahat.

Aphrodite selalu bersikap sinis terhadap Zoey karena dia merasa Zoey merebut gelar "it girl" yang selama ini dia pegang, ada mean girl di cerita bikin seru sih, apalagi Zoey juga bukan tipe karakter yang terima-terima aja diperlakukan nggak sopan sama Aphrodite. 

Saya belum terbiasa dengan vampyre yang pake acara ritual-ritual begini, kalo buku tentang penyihir mungkin lebih masuk kali ya.  Ini disini vampyre punya malam ritual, terus proses perubahan dari fledgling ke vampyre juga bertahun-tahun, kucing-kucing yang milih majikannya sendiri juga ada di buku ini, vampyre yang berkarir di dunia manusia (sebagai aktor dan pekerja seni lainnya). 

Tapi House of Night ini banyak banget bukunya.  Lebih banyak dari Vampire Academy.
Saya bakal coba lagi di buku berikutnya, barangkali makin lama makin seru.


Untuk buku pertama, Mead vs Marked, I choose Mead. :)

November 13, 2011

The Sea of Monsters


The Sea of Monsters ini buku kedua dari seri Percy Jackson & The Olympians.
Buku pertama saya terpaksa beli yang bahasa Indonesia (yang bahasa Inggrisnya waktu itu nggak ada dan nggak sempet ke Peri Plus T_T), ada di rumah pula, jadi ya sudahlah, langsung post buku keduanya aja.
Sebagai fans barunya Rick Riordan, saya baca bukunya kebalik.
Harusnya baca serial ini dulu, baru lanjut ke The Heroes of Olympus.  :p

Saya liat-liat, kelima buku di seri Percy Jackson & The Olympians ini nggak setebel buku-buku The Heroes of Olympus, dan mungkin karena baca yang tebel dulu trus mulai baca yang ini, ceritnya menurut saya kurang gereget, nggak segereget baca The Heroes of Olympus atau The Kane Chronicles.  Yah mungkin di buku berikutnya makin seru?  Saya juga nggak tahu, nanti beli lanjutannya deh.

Cerita di buku ini dimulai dengan Percy yang bermimpi tentang temannya, Grover.  Di mimpi itu Percy melihat bahwa Grover membutuhkan pertolongan.
Percy sendiri akan menjalani hari terakhir di sekolahnya (sekolah normal), maksud hari terakhir disini maksudnya kayak hari terakhir sebelum kenaikan kelas atau libur panjang gitu, bukan hari terakhir karena dikeluarin. :p
Di sekolah itu, Percy memiliki teman baru bernama Tyson.  Tyson sering dibuli oleh murid nakal dan Percy seperti big brother selalu membela Tyson.
Serangan mendadak dari beberapa monster di sekolah Percy membuat panik keadaan di sekolah.  Annabeth pun ternyata muncul di sekolah Percy, dia sudah menduga akan ada serangan dari monster-monster itu.  Setelah melawan monster, Percy, Annabeth dan Tyson pergi menuju camp HalfBlood.

Pemandangan di camp tidak seindah yang dibayangkan, camp diserang, pertarungan antara warrior camp dengan monster terlihat dimana-mana.
Thalia's Tree sekarat, itu mengapa batas camp semakin memudar dan banyak monster yang bisa masuk.  Direktur di camp diganti, dan Tantalus sebagai pengganti Chiron sangat jelas tidak sebaik Chiron dalam menjalankan tugasnya.  Chiron dituduh bertanggung jawab atas sekarat Thalia's Tree, karena itu jabatannya dicopot.

Surprise, Tyson adalah cyclops.  Gambaran singkat tentang cyclops : makhluk besar, matanya cuma satu (itu pun besar), letak matanya di tengah-tengah. Yang lebih mengejutkan lagi, Tyson diklaim sebagai anak Poseidon!  Yang berarti bersaudara dengan Percy. lol.
Satu ayah, lain ibu.  Percy demigod (half god, half human), sedangkan Tyson, well..Cyclops. :)

Di camp, Percy masih mendapat mimpi tentang Grover, dan di mimpi itu dia mengetahui kalau Grover ditawan oleh cyclops jahat (kalau Tyson jelas cyclops baik) di tempat yang bernama Sea of Monsters, dan cyclops itu punya Golden Fleece.  FYI, Golden Fleece ini bisa dipakai untuk menyembuhkan Thalia's Tree, dengan adanya Golden Fleece, lingkungan dimana Golden Fleece itu disimpan akan beruntung dan indah.  Yang sakit jadi sembuh, yang gersang jadi subur, yang tadinya kering jadi ada air, pokoknya ajaib.

Percy meminta dirinya untuk diutus pergi menyelamatkan Grover sekaligus mengambil Golden Fleece, dan tentu saja ditolak mentah-mentah oleh direktur yang baru, Tantalus.  Clarisse justru diutus Tantalus untuk mengemban quest itu.
Tetapi dengan bantuan Hermes, god of thief, sekaligus god of messengers and travelers, Percy diberi bantuan untuk pergi bersama Tyson dan Annabeth untuk menyelamatkan Grover dan mengambil Golden Fleece.  Hermes sendiri meminta Percy agar berusaha untuk menyelamatkan, atau mungkin lebih tepatnya menyadarkan Luke, anaknya, yang berada di pihak musuh.

Petualangan mereka pun dimulai.
Seperti biasa, ketemu monster, ketemu mantan teman (Luke), bahkan ketemu Clarisse di tengah jalan. :))

Baca buku ini sih kurang seru seperti buku-buku dari dua seri lainnya, mungkin karena lebih tipis, ceritanya lebih singkat, jadi alur ceritanya kurang nancep di hati.  Halah. :))
Tapi ya seri ini dapet gelar The New York #1 best-selling series loh, saya harus coba meresapi buku berikutnya.  Semoga lebih gereget.
Amin.

November 09, 2011

Sugar and Spice


Kalau seri buku habis itu rasanya sedikit kehilangan.
Yahh...udah nggak ada lagi lanjutannya.
Kaya Harry Potter!! Hmph...

Good news, Lauren Conrad akan bikin serial baru, The Fame Game dengan tokoh utama yang berbeda.  Can't wait!

Oh iya, sebelumnya, setelah dipikir-pikir, apa yang saya ketik di blog tentang buku, sedikit atau banyak, spoiler juga sih jatoh-jatohnya. Hahaha...
Jadi saya kasih WARNING dulu ini, yang nggak mau tahu spoiler, STOP BACA sampai disini. :))

Di buku ini, season kedua dari L.A.Candy dimulai.
Jane masih bimbang sama perasaannya sendiri karena Caleb mantannya ada di LA, and he's so sweet to her (at first!), ada juga Braden, yang keliatannya naksir Jane tapi nggak pernah ngungkapin perasaannya ke Jane, muncul-hilang karena Braden harus pergi dari LA selama dua bulan untuk pekerjaan, ada juga Jesse yang semakin parah hidupnya sejak putus dari Jane.

Scarlett janji akan lebih kooperatif dan nurut sama Trevor sang produser, karena dia butuh uang untuk pindak ke universitas lain.  Naveen (teman dekat Caleb), yang juga teman SMA Scarlett dan Jane muncul di buku ini.  Scarlett dan Naveen yang punya "kisah" di SMA nggak luput dari mata Trevor, dan sebagai produser, Trevor selalu melihat setiap aspek yang berpotensi menaikkan rating shownya, dan aspek itu harus dimaksimalkan.  Reality show jadi plot show, Trevor meminta Scarlett dan Jane shooting bersama Naveen dan Caleb (nggak cuma sekali), untuk menimbulkan rasa penasaran publik.

Madison dapat kejutan, ada ancaman-ancaman yang diterimanya lewat sms.  Setelah menyewa detektif, orang yang mengancamnya ternyataaa, adiknya sendiri.  Madison mau nggak mau minta Trevor untuk memasukkan adiknya Sophia dalam acara L.A.Candy, semata-mata supaya Sophia dapet uang, nyicipin hidup glamour, dapet cowok cakep.  Dengan begitu, Madison ngarep Sophia nggak bocorin semua rahasia Madison ke publik.

Gaby milih publicist untuk bantu jaga dan memberi image baru tentang dirinya ke publik, But, it turned out a nightmare for her.  Operasi plastik, makeup yang kalau bahasa kasarnya di kita sih, medok banget gila.  Pokoknya penampilan Gaby dirombak habis-habisan, and she couldn't enjoy it.

Scarlett ngerasa, hidupnya udah terlalu banyak diatur oleh plot dari sang produser dan antek-anteknya, she made a big move, leaving the show, and Jane followed her step.  She's tired of being a character in Trevor's story.  Karena nyatanya, apa yang disebut reality show itu pasti ada plotnya juga, dan untuk menjalani hidup yang nggak real di depan kamera yang sering mengikutinya setiap saat, sampailah ke titik tertentu dimana Jane bisa bilang "I'm done".

Segitu aja spoilernya.  :))
Ada yang nggak dibocorin juga kok, biar kalau ada yang baca bukunya nemuin kejutan-kejutan lain. :)

The best feeling in life is when you enjoy being yourself everywhere you go.

Book Haul! (Fiction FTW)


Another book haul, another fiction books. All in English language.  Peri Plus lagi ada promo!  Hahahaha, bahagia saya kalau toko buku impor lagi ada diskon (buku-buku tertentu). :D
Belakangan ini, saya makin suka baca buku fiksi, bukan fiksi yang masih normal seperti interaksi antar manusia, tapi fiksi yang melibatkan makhluk-makhluk aneh yang nggak ada di dunia nyata yang saya suka.  Mungkin ada yang melihatnya aneh, kok baca begituan, nggak masuk akal dsb.
Tapi ya dunia fiksi yang begitu ternyata makin lama saya makin suka (biangnya tentu Harry Potter.  Hahaha).  Kenapa bisa suka?  Penulisnya itu jago banget memainkan kata-kata sampai saya seperti ikut masuk ke dunia fantasi (bukan dufan Ancol!) di dalamnya.
Buku yang bagus buat saya adalah buku yang membuat saya mau baca langsung dalam satu hari sampai halaman terakhir (walaupun kenyataannya karena ada kegiatan lain ada yang butuh waktu beberapa hari untuk selesai dibaca), tapi toh kalau dalam sehari belum selesai pun, pikiran saya selalu nggak jauh-jauh dari buku itu, lanjutan dari bab ini bakal gimana ya, nasib tokohnya gimana, dsb.
Buku fiksi itu selalu bikin saya salut sama pengarangnya, gila loh, punya imajinasi segitu luasnya.  Apalagi fiksi yang melibatkan makhluk-makhluk aneh begitu, detail ceritanya bikin kagum.  Makanya saya suka.  :D

Dari atas ke bawah :
1.  The Sea of Monsters. (Percy Jackson & The Olympians Series, Book Two)
Saya kebalik banget ini urutan bacanya.  Yang saya beli pertama kali justru The Heroes of Olympus Series, padahal itu ceritanya sesudah Percy Jackson & The Olympians Series tamat, hehehe.  Jadilah nyusul beli seri yang ini belakangan.  Buku pertama, beli yang bahasa Indonesia, karena waktu itu cari di Gramedia yang masih kesegel sempurna udah nggak ada (hiks...), sedikit aneh, karena beberapa kata lebih enak dibaca dalam bahasa aslinya, jadi buku kedua memutuskan harus beli bahasa Inggris.  Nengok ke Gramedia GI, nggak ada yang masih kesegel, kebangetan loh, nggak bisa sayaaaa beli buku tanpa segel plastik, berasa buku yang mau dibeli kok udah diperkosa sama orang lain dulu.  Huahahaha, bahasanyaaaa... Maap, ya you know what I mean pasti ya... Untungnya di Peri Plus ada yang masih lengkap dengan segel plastiknya, walaupun harganya lebih mahal beberapa ribu dari Gramedia, karena saya juga beli buku lain yang dapet diskon dengan harga miring, saya relaaa....

2.  Sugar and Spies. (L.A. Candy Novel, Book Three)
Buku terakhirnya Lauren Conrad di seri L.A. Candy.  Ini adalah buku terakhir yang masih punya segel plastik di Gramedia GI.  Mbok re-stock dong yaaa... Sedih saya kalau cari buku impor tapi segelnya udah pada lepas, kepingin beli tapi nggak rela...  Di Peri Plus MKG stoknya lebih banyak, tapi ya itu, harganya lebih mahal daripada di Gramedia.  Jadi sekadar info aja, beli buku liat juga back covernya, biasanya kalau buku impor ada yang masang harga di atas barcodenya, kalau di Gramedia biasanya 1 dolar dihitung 10ribu.  Jadi kalau harga buku $9,99 dirupiahin jadi Rp 99,000.  Ya patokannya itu aja sih. :)

3.  Marked (A House of Night Novel, Book One)
Ini unik, pengarangnya ada dua orang, P.C. Cast & Kristin Cast.  Ibu dan anak! WOOOW!
FYI, A House of Night Series ini booming banget di US sana.  Katanya mirip-mirip Harry Potter, kalo penyihir sekolahnya di Hogwarts, nah vampire sekolahnya di House of Night.  Interesting....
Saya baca reviewnya orang-orang banyak banget yang suka.  Penasaran dang ding dong.  Dan untungnya ada diskon di Peri Plus, hahaha, buku ini harganya Rp 39,000 saja.  Sikat!

4.  Mead (Vampire Academy Series, Book One)
Vampire lagi, vampire lagi.  Nggak apa-apa.  Saya mau tahu ada cerita vampire lain nggak selain Twilight Saga sama The Vampire Diaries.  Yang ini pun katanya bagus, walaupun banyak yang lebih memihak House of Night, but worth to try.  Lagian lagi diskon juga.  Rp 69,000 saja... Sikat lagi!

5.  Cum Laude
Nah, buku ini kayaknya ya, kayaknya menarik.  Yang ngarangnya Cecily von Ziegesar, yang ngarang The Gossip Girl Series.  Ini karena kebiasaan kali ya, kalau authornya pernah buat buku oke, saya selalu menganggap buku-buku lainnya juga oke.  Jadi ya apa salahnya dibeli, toh lagi diskon (tetep).  Hard cover book, Rp 89,000.  As far as I know, hard cover book's price is above that.

Di tanggal saya ngetik ini, dua buku pertama udah selesai dibaca.  (Ya, beli bukunya juga udah dari minggu kemarin, belum sempet ngeblog aja).
Reviewnya, segera menyusuuul...

P.S. : Peri Plus sering-sering adain promo buku dong ya... :')