I'm dying to know how it all turns out. :')

December 26, 2011

Tentang Nama

Foto di atas hanya satu dari sekian banyak kesalahan penulisan nama yang saya alami. =))
Setiap menyebutkan nama, entah untuk pencatatan doorprize, atau pencatatan nama setelah pake jasa suatu service company, atau hanya sebagai contact yang dicatat setelah membeli barang brand tertentu, dsb. Nama saya HAMPIR selalu salah catat.

"Namanya siapa kak?"
"Grisselda."
"Siapa?"
"Grisselda, mba."
Lalu dia nulis Kriselda.
*hello??

Mungkin saya lebih cocok tinggal di Korea, karena konsonan "G" dan "K" disana dibacanya super mirip dan ditulis dengan satu huruf aja "ㄱ".
*alasaaaan aja
Hahahaha...

Itu untuk penulisan nama.
Kalau kenalan langsung sama orang pun nggak kalah bikin cape hati dan mulut.

"Grisselda."
"Siapa? Gisela?"
"Bukan. Grisselda."
"Oh...Grisela."
*garuk-garuk tanah

"Griss."
"Kris?"
"Bukan. Griss PAKE 'G'."
"Oh... Griss"

"Grisselda."
"Kriselda?"
"Bukan, pake 'G'. "
"Oh... Grisselda."
*penekanan "pake G itu hampir selalu disebut -____-
Padahal saya udah pake kalung yang bandulnya G. Mungkin lain kali kalo kenalan sama orang baru harus "hai, saya Grisselda." Tangan kanan salaman, tangan kiri nunjukkin bandul. #sinting

The other thing is, karena nama saya jumlah 's' nya ada 2, saya kurang suka baca kalo ada temen atau kenalan yang nulis nama tapi kekurangan satu 's', iye, gue rewel. =p

Daaan, ada aja orang yang udah tau, jelas-jelas tau kalau panggilan saya dan penulisan nama saya "Griss", tapi saya dipanggilnya "Gress"
"Gress, Gress...apa kabar?"
Bahkan sampe ada temen saya yang lain nyautin saking saya udah malesnya, "Griss, bukan Gress."
Tolong dibedakan antara huruf 'I' dan 'E'.
Tapi tetep aja, mungkin untuk beberapa orang susah ngomong "Griss".

Punya beberapa temen yang ajaib berarti nama saya jadi diutak-atik sedemikian rupa sampe mereka sreg mau manggil saya apa.
Panggilannya ada yang lucu sampe "nama opoooo ikiii."
- Griscong
- Grisong
- Gigi
- Giska
- Gis
- Sel
- Selda
Top 4 adalah panggilan yang ajaib menurut saya, adding 'cong', 'song' dan bahkan dipanggil Gigi, tinggal tambahin aja marga saya Taring, Geraham atau Seri. Eaaa.
Giska juga panggilan dari temen SMA, entah kenapa dari Grisselda bisa jadi Giska. Dan itu berujung ke dua orang temen juga yang ikut-ikutan manggil kaya gitu. =))

Pernah post tweet tentang ini di twitter, dan ternyata beberapa temen saya juga mengalami hal yang serupa namun tak sama. Hahahaha. Hi-5!

P.S. : kalau dari kecil saya memberlakukan sistem denda goban kalau salah sebut nama, mungkin saya sekarang udah jadi billionare.
#mimpiedan #maklum #namanyajugaedan

December 25, 2011

Selamat Natal! ^_^

Natal tahun ini beda banget.
Kalau tahun2 sebelumnya, pergi ke Gereja sama keluarga, yang pastinya sama papa, terus lanjut dinner bareng. Papa yang nyetir. =)
Tahun ini, karena papa abis kecelakaan, papa masih belum bisa jalan tanpa kruk atau tongkat kaki empat, situasi nggak memungkinkan buat kita sekeluarga ke Gereja bareng-bareng kayak tahun-tahun lalu.

Tahun ini, saya sempet bilang "kalau papa udah kuat duduk ya kita dinner bareng aja di luar rumah. Tapi kalau belum bisa ya di rumah aja nggak apa-apa, yang penting ngumpul."
Papa ternyata tetep mau dinner bareng lho, tapi kita pake supir karena papa belum memungkinkan untuk nyetir dan saya masih malu-maluin belum bisa nyetir juga di umur segini. *I know... I know... :p
Saya tau kalo papa mau dinner karena mau manjain anak-anaknya, padahal kalo duduk kelamaan kaki kanannya ngilu dan kaku. Tapi papa menyanggupi, bahkan sorenya papa latihan jalan dulu. My dad is superman, you know. =')

Makan malem bareng keluarga kali ini saya pribadi ngerasa seneeeeeeng banget. Ngeliat papa, ngeliat mama, becandain dede, ngobrol sama koko. Semuanya masih hidup dan sehat. Untuk case Papa, masih butuh waktu supaya kaki kanannya pulih, tapi selain kaki kanan, dalam nama Yesus, sehat semua! =D

Bersyukur banget tahun ini, Tuhan Yesus masih ngelindungin keluarga saya, terutama papa. Orang kecelakaan dengan speed motor 160km/jam, tanpa helm, jatoh guling-guling kebalik-balik dan masih hidup itu bener-bener kasih karunia Tuhan. Mujizat itu nyata. =)

Bagaimanapun juga, Natal berasa kurang se-ons kalo nggak ada kado di malam Natal. This year, me and my brothers give special gifts for our parents. =)
Biasanya kita yang dikasih kado, sekarang papa mama yang dikasih kado. ( ‾⌣‾ )
Cari-cari kado buat papa mama juga lumayan bikin bingung, waktu mepet, I'm the only girl, only have brothers, dan mungkin karena cowok lebih cuek, jadilaaah saya yang puter otak ekstra untuk cari kado buat papa mama.
Apalagi saya yang di Jakarta, lebih banyak pilihan mau beli apa di Jakarta.
Pokoknya ada acara umpet-umpetan bungkus kado mama, umpet-umpetan cari kado buat papa (bungkusnya juga). Hahaha.
Totally worth it, liat ekspresi bahagia dan senyum papa mama saat terima kado dan buka kado itu bener-bener bikin hati tuh nyessss. Adem. ( ‾⌣‾ )

Natal tahun ini saya belajar nggak selalu Natal itu "gue dapet kado apa yaaa...", "mau pergi kemana nih abis dari gereja?"
Saya sih seneng kalo dikasih kado, saya juga seneng jalan-jalan, tapi Natal tahun ini, ngeliat keluarga yang masih komplit dan sehat, saya udah bersyukur banget. This is the most precious gift that I have, from my God. =)
Tuhan Yesus lahir di dunia untuk menyelamatkan umat manusia, dan tahun ini mungkin saya baru berasa ditampar dan melek.
"See? Tuhan udah sayang banget sama keluarga lu Griss..."
Thank you Father, thank you Jesus.

Merry Christmas everyone! =)

December 14, 2011

Wet n Wild Comfort Zone Palette

First post outside of "book theme".
For girls, you can try to get this if you like. For boys, just think this is like a guide to give something to your girlfriend, sister or mom. Just take the idea and find similiar product. :)

My aunt from Kansas came here a couple of weeks ago, and before that, of courrrrsse I asked her to help me find this palette in Walmart. :p

I read and watch many good reviews about Wet n Wild, their eyeshadows and blushes are sooo popular. It's so depressing because I couldn't see it anywhere in Indonesia. Sigh. I wish and I wiiishh...

Back to this palette. :)
It has 8 beautiful shimmer colors, the left side is kind of brown warm neutral family, and the right side is more cool green family.
My jaw was like drop when I found it just costs ONLY $5.
Can you believe that??!!!
SO cheap, and you get EIGHT colors.
The colors are very pigmented, stay great on eyes for hoursss.
It's just a good deal to buy this palette.
The only downside is it has many fall.out, so I must be careful when apply it on my lid, but that's no a big deal for me. Oh, one more downside, the packaging feels fragile, I'm afraid I will break or drop this later. Hopefully not. :)

The funny thing is my mom was kinda upset because she didn't asked her sister to buy this palette as I did. Hahaha... That's what happen if you have mother who loves eyeshadows too. Sorry mom... :))

And I kinda regret my decision, because I should asked my aunt to buy more Wet n Wild products!

Typical.
Lol.

December 13, 2011

Betrayed - A House of Night Novel

Intro :
Laptop tamat riwayat, R.I.P T_T,
netbook sekarat...abracadabraaa sembuhhhh kau netbook!
That's why makin jarang ngepost, padahal banyaaaak yang mau diocehin...hehehe...
Manfaatkan ngeblog via email, send postingan via email aja dan triiiiing muncul deh diaa... *like this one :D

Okeh...
Mulai...
Jadi di review buku vampir-vampir terakhir saya bilang rada aneh baca House of Night, nggak sesuai dengan ekspektasi saya yang tinggi dsb. Tapi saya akan tetap beli buku lanjutannya...daaaaan buku lanjutannya emang ya ampun ya amplop yaelah SERU BANGET... *mulai lebay

Buku kedua, Betrayed.
Zoey, sang tokoh utama, terpilih menjadi pemimpin putri-putri kegelapan, kelompok elit di House of Night, dari "jabatannya" kesannyaaa gimanaaaa gitu ya, tapi intinya Zoey jadi pemimpin ritual karena dia bisa memanggil 5 unsur, api, air, tanah, angin dan roh. She's special.

Aphrodite, yang di buku sebelumnya bisa dibilang jadi cewek yang menyebalkan, yang sok cantik, sok beken dan sok-sok lainnya yang biasa disandang tokoh yang sering bikin gemes pembaca, di buku ini mulai merebut simpati. Ternyata, Aphrodite juga punya sisi lain yang menarik. :)

Zoey sendiri bingung karena terjebak dengan dua cowok, Erik yang sama-sama calon vampir dan keren abis, dan Heath, pacar manusianya yang udah kenal Zoey sejak mereka masih kecil. The problem is, Zoey nyicipin darah Heath, dan itu menimbulkan imprint/pengaruh diantara mereka berdua. Jadi, kaya bisa telepati gitu, bisa komunikasi dan bisa ngerasain kehadiran satu sama lain. Dan sekali kena imprint, yah susah gitu deh ngilanginnya, yang ada nagih ngisep darah..

Di buku ini, ada kejadian dimana manusia hilang, lalu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, banyak luka cabikan dan kehilangan banyak darah. Semua bukti mengarah pada House of Night, walaupun selama ini kaum manusia tau ada vampir disekitar mereka, sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini.  Vampir-vampir dan calon vampir pun tidak membunuh manusia demi mendapatkan darah. Tapi jika kondisi mayat menunjukkan bukti yang menyerupai serangan vampir, tetap saja House of Night dicurigai.

Dari judul bukunya, sudah bisa ditebak kan, pasti ada pengkhianat di buku ini. :p
Tokoh yang dikira "lurus", ternyata "bengkok" juga.
Tapi ketebak kok, bab-bab awal udah nunjukkin "ini tokoh mencurigakan!!!" :))

Btw, buku ini kan versi terjemahannya. Penerbitnya Elex.
Kalo beli di Gramedia pake CC/flazz BCA ya, lumayan dapet disc 10%. :D

November 27, 2011

GET YOUR FREAK ON TAG!

Kemarin-kemarin habis vlog walking dan nonton video yang get your freak on. Dan setelah baca pertanyaannya ternyata lumayan seru juga!

1. What's a nickname only your family calls you?
Macem-macem sih panggilannya. Ortu & koko pertama & Oma & Mba dan karyawan toko yang udah kerja lama manggilnya "nok".  Buat yang nggak tau, "nok" itu ya bisa disamain kaya "neng", panggilan buat anak perempuan. Entah sampe umur berapa gue dipanggil nok, kebayang kalo nanti punya anak perempuan trus mereka manggil gue nok dan manggil anak gue dengan namanya. Lol. Weird.
Kalau Opa dan beberapa karyawan yang lebih tua manggil nama, "Gris".
Koko kedua manggil gue, "Dede".
Kan kita masih punya adik lagi, nah koko gue yang ini justru nggak manggil si bontot dengan "dede", nggak biasa katanya. Lagian bingung kalo manggil "De" trus yang nengok dua orang. :))

2. What's a weird habit of yours?
Gue suka gigit-gigit lidah. Tentunya lidah gue sendiri ya saudara-saudari. :))
Nggak nyadar juga kapan mulai begini, tapi kalau gue udah fokus nulis atau ngetik pasti kebiasaan gigit-gigit lidah mulai. Dan lidah yang "dikunyah" itu selalu dengan gigi kanan. Kalau dirontgen lidah bagian kanan pasti strukturnya nggak semulus bagian kiri. :p

3. Do you have any weird phobias?
Gue sih takut mampus sama tikus. Tapi itu menurut gue normal karena tikus binatang paliiiiiing menjijikkan dan menyeramkan. Papa sama adik gue sih suka ngeledek kalau gue nggak berani naik ke rumah duluan karena takut naik tangga yang posisinya deket gudang. Dulu, di deket tangga itu banyak banget tikus. Gue nggak ngerti itu tikus bisa dateng darimana dan kenapa tau-tau berkembang biak nggak sante, jadi banyak!  Kalau mau ke tangga, gue selalu buat suara berisik dulu, karena tikus juga kabur kalau denger suara-suara. Seringnya sih, gue pake skill sprint gue di tangga sambil teriak dan tutup kuping. Iya tutup kuping. Kebiasaan kalau nonton film horror gue tutup kuping biar nggak kaget sama sound effectnya, nah ini gue pake pas kabur dari tikus. Nggak nyambung emang. Tapi tetep gue pake. Tikus = horror.
Untungnya sekarang rumah dan gudang serta toko udah bersih dari tikus. setelah bujuk-bujuk papa buat beli perangkap tikus mahadahsyat. Hehehe.

4. What's one of your nervous habits?
Kalau besoknya ada sesuatu yang penting. Entah itu ujian akhir, sidang skripsi, interview kerja, dateng ke seminar yang gue suka,  gue jadi susah tidur. Udah coba merem paksa, tapi otak tetep mikir "besok bakal kayak gimana ya?"
Ini sih kebiasaan yang nyebelin, seriusan. Nggak bisa tidur itu nyiksaaaaa. Huhuhu. Padahal gue suka bantal guling gue. #apeu

5. What side of the bed you sleep on?
Karena kamar gue sih ranjangnya single size, gue bingung juga jawabnya. Tapiiii kalau nginep di hotel sama keluarga, gue selalu milih yang viewnya paling enak buat nonton tv. :)) dan memaksa saudara gue tidur di sisi lainnya. B-)

6. What's the drink you always order at Starbucks?
Chocolate cream chip.
Karena dulu nggak gitu suka kopi, selaluuu beli ini.
Tapi sekarang banyak yang baru, green tea yang blended juga enak. :)

7. Do you have any weird body skills?
Nggak ada deh kayaknya. *setelah dipikir-pikir.
Kecuali nabok orang sampe meninggalkan jejak cap 5 jari dengan mudah termasuk skill. Looooh?! Huahahaha.

8. What's your favourite 'comfort food' / food thats 'bad' but you love to eat it anyways?
Indomie goreng! Baaahhh... Ini sih nggak ada yang ngalahin! Indomiiiee...seleraaaku... Dari semua mie goreng instan yang pernah gue coba, Indomie goreng masih jadi juaranya. :D
Nggak boleh sering-sering katanya. Bahaya. But yummy is yummy, you know? :p

9. Which way do you face in the shower?
Ini pertanyaannya sedikit aneh. Gue sih muter-muter kalau showeran. Showeran? Huahaha. Kata yang dipilih rada aneh ya. Maklum.
Ya kalau mau basahin muka menghadap shower, kalau mau basahin rambut gue biasanya ngebelakangin shower. Trus muter keliling deh, mana yang butuh air lebih banyak. Intinya ya muter-muter! :p

10. Time to sleep - what are you actually wearing?
Dari kecil sampe segede ini, mama gue selalu beliin piyama. Jadi ya udah nyaman kalau tidur pake piyama. Nggak bisa tidur pake celana kargo, kaos yang bahannya tebel. Apalah itu, mau tidur kok "berat"? Meh. Pokoknya kalau mau tidur entah pake piyama atau celana basket (yang bahannya gluyur-gluyur adem itu loh. Lagi, maaf ya bahasa gue aneh) dan kaos belel. :D

Selesai!
Kalau ada yang jawab pertanyaan-pertanyaan kayak gini let me know ya. Mau baca juga. :D

November 14, 2011

Mead and Marked


Selesai dibaca, ternyata apa yang saya harapkan dari baca dan nonton book review orang-orang nggak sama dengan yang saya alami. 
Saya pikir Marked (House of Night) lebih bagus daripada Mead (Vampire Academy), tapi buat saya, Mead lebih bagus.  Jeng jeng... Inilah bukti kalau selera orang beda-beda.
Tokoh-tokohnya saya lebih suka yang di Vampire Academy, ya yang di House of Night juga nggak masalah sih, cuma lebih berkesan dan lebih terikat dengan tokoh utama di Mead gitu.
Masih harus dicoba di buku berikutnya buat tau kelanjutan ceritanya, barangkali aja tambah seru. :)


MEAD
Tokoh utamanya bernama Rose, yang mempunyai teman dekat bernama Lisa.  Selain teman dekat, Lisa adalah Moroi yang harus dijaga oleh Rose.
Di buku ini vampir disebut Moroi, nah Moroi sendiri ada yang kaum royal dan kaum biasa, Lisa ini adalah Moroi princess, dia termasuk kalangan royal. 

Vampire Academy sendiri adalah sekolah untuk para Moroi dan guardians-to-be, jadi kaum dhampir seperti Rose (half human, half vampire) sekolah di Vampire Academy supaya bisa jadi guardian.  Melindungi Moroi adalah tugas para dhampir sebagai guardian. Anehnya gini, dhampir nggak bisa bereproduksi dengan sesama dhampir, harus dengan Moroi supaya bisa punya anak dan lanjutin keturunan. Dhampir nggak bisa juga bereproduksi sama manusia.  Jadi bagi dhampir, Moroi itu bener-bener penting dan harus dijaga biar nggak punah karena jumlah Strigoi yang makin berkembang.  Yah, namanya juga cerita, aneh-aneh dikit nggak apa, asal alur ceritanya enak dibaca ya lanjut. :)

Ada juga yang disebut Strigoi.  Strigoi ini adalah Moroi yang jahat, yang tergoda ingin hidup immortal, kebanyakan Moroi tergoda jadi Strigoi karena iming-iming hidup abadinya, caranya jadi Strigoi gimana?  Minum darah manusia, sampai manusia itu mati.  Dan kalau sampai Moroi kena gigitannya Strigoi, berubah juga deh tuh jadi Strigoi.

Nah, disini uniknya.  Di buku ini, vampir-vampir punya feeder, manusia-manusia yang rela darahnya disedot vampir.  Katanya, manusianya juga enak, kaya nge-fly gitu deh kalau digigit vampir (efek saliva vampir yang nempel dan masuk ke sistem peredaran darah mereka, ewww...kinda gross?).
Ya yang saya bayangin sih para feeder ini nggak beda jauh sama para pemakai narkoba yang keenakan mainan jarum suntik biar nge-fly.

Singkat cerita, Rose dan Lisa yang udah dua tahun kabur dari Vampire Academy berhasil ditemukan oleh sekelompok guardian yang dipimpin oleh Dimitri.  Mereka kembali ke Academy, dan berusaha untuk kembali menjalani kehidupan "normal", tapi ada hal-hal aneh yang menimpa Lisa karena sering ditemukan hewan-hewan mati bergelimpangan darah disekitarnya.  Someone played dirty.
Ada juga murid yang suka cari gara-gara ke Rose dan Lisa, menyebar gossip-gossip nggak bener bahkan terang-terangan adu mulut di depan umum. 
Rose dan Lisa mempunyai ikatan yang kuat, hmm lebih tepatnya ajaib :p
Emosi yang dirasakan Lisa, entah itu malu, marah, senang, sedih, semangat dsb bisa dirasakan juga oleh Rose.  Bahkan, terkadang Rose bisa "masuk" ke dalam kepala Lisa, liat apa yang Lisa liat, denger apa yang Lisa omong.  Tapi ikatan ini cuma satu arah, Rose aja yang bisa begitu.
Lisa sendiri punya kekuatan misterius, dia bisa menyembuhkan makhluk hidup yang sakit atau mati. Lisa penyayang binatang, dan ini yang dipakai oleh si tokoh jahat untuk terus naro binatang-binatang mati di dekat Lisa supaya Lisa memakai kekuatannya. Tetapi itu sangat berbahaya bagi dirinya sendiri, secara mental dan fisik.  Menurut sejarah vampir, dulu juga ada yang punya kekuatan kaya Lisa, dan dia hampir gila dan mencoba untuk bunuh diri beberapa kali.  Intinya, bahaya dipake.  Selain itu Lisa juga mempunyai kemampuan untuk melakukan compulsion (yang nonton The Vampire Diaries harusnya tau apa itu compulsion!! lol). 
Compulsion itu kaya kekuatan untuk memaksa orang lain untuk melakukan apa yang kita mau, cukup melihat matanya, mengatakan perintahnya, dan orang yang kena compulsion langsung nurut.  Nah, Lisa ini nggak punya sembarang compulsion, karena dia bisa menggunakan compulsion ke sesama Moroi juga.


Untuk Rose sendiri, dia dapet training khusus dari Dimitri.  Ya seperti biasa, lama-lama Rose suka sama Dimitri. :))  Tapi ya mereka sama-sama dhampir, udah gitu Dimitri lebih tua 7 tahun dari Rose, dan Dimitri juga guardiannya Lisa.  Rose juga dilatih supaya resmi jadi guardiannya Lisa, dan kalau saling suka, kalau ada bahaya, fokus mereka bisa-bisa bukan nyelamatin Moroi, tetapi nyelamatin orang yang disuka dulu.  Katanya sih kalau begitu bisa gawat.  Hehehe.

Lisa juga ketemu Christian di academy, siapa itu Christian?  karena ngeliat ketikan diatas udah lumayan panjang saya stop sampai sini. :))
pokoknya seru sih ceritanya, dari pihak jahat yang berusaha manfaatin Lisa, Rose yang ngelindungin Lisa, Lisa juga berusaha ngelindungin Rose, sampai ketemu musuh dalam selimut. 
Seru!  Saya pasti beliiiii lanjutannya. :D


MARKED
Tokoh utama di buku ini bernama Zoey, manusia biasa (awalnya), dan tiba-tiba dia didatangi Tracker (sebutan buat pencari manusia yang akan berubah menjadi vampyre, nggak tau deh di buku ini tulisan vampire jadi vampyre pake Y).  Tracker itu membubuhkan tanda di dahi manusia, dahi Zoey in this case. 

Jadi di buku ini manusia dan vampir saling tau keberadaan dunia lain masing-masing.  Manusia tau kalau vampir itu ada dan mereka tau ada sekolah yang namanya House of Night untuk manusia-manusia yang berada dalam masa transisi (Change) untuk menjadi vampyre.  4 tahun sekolah di House of Night, belajar berbagai macam hal dari sejarah sampai seni.  Selama 4 tahun itu, ada juga yang meninggal karena badannya menolak untuk berubah menjadi vampyre.  Jadi ya seperti untung-untungan juga sih, sekolah beberapa tahun, bisa aja meninggal di tahun terakhir.  Ada juga yang meninggal di tahun pertama. 

Yang membuat Zoey spesial dari fledgling (sebutan untuk para calon vampyre yang berada di House of Night) lainnya adalah Mark yang ada di dahinya.  Zoey sendiri menyembunyikan fakta bahwa dia bertemu Nyx, goddess yang dipuja oleh vampyre dalam mimpinya.
Baca kata Nyx yang pertama muncul di otak saya adalah brand cosmetic, hehe.
Oke, back to topic.  Kekuatan spesial Zoey semakin terlihat saat ada ritual khusus di House of Night, High Priestess, Neferet, yang juga mentor Zoey melakukan ritual dengan memanggil 5 elemen, air, api, angin, tanah, spirit, dan Zoey merasakan kelima-limanya, hal ini nggak biasa karena teman-teman fledgling Zoey yang lain nggak merasakan hal yang spesial saat ritual itu.  Fledgling yang bisa melakukannya adalah Aphrodite, ketua dari perkumpulan Dark Daughters di House of Night.  Aphrodite sendiri berambisi ingin menjadi High Priestess yang ingin digagalkan oleh Zoey dkk karena Aphrodite memiliki niat yang jahat.

Aphrodite selalu bersikap sinis terhadap Zoey karena dia merasa Zoey merebut gelar "it girl" yang selama ini dia pegang, ada mean girl di cerita bikin seru sih, apalagi Zoey juga bukan tipe karakter yang terima-terima aja diperlakukan nggak sopan sama Aphrodite. 

Saya belum terbiasa dengan vampyre yang pake acara ritual-ritual begini, kalo buku tentang penyihir mungkin lebih masuk kali ya.  Ini disini vampyre punya malam ritual, terus proses perubahan dari fledgling ke vampyre juga bertahun-tahun, kucing-kucing yang milih majikannya sendiri juga ada di buku ini, vampyre yang berkarir di dunia manusia (sebagai aktor dan pekerja seni lainnya). 

Tapi House of Night ini banyak banget bukunya.  Lebih banyak dari Vampire Academy.
Saya bakal coba lagi di buku berikutnya, barangkali makin lama makin seru.


Untuk buku pertama, Mead vs Marked, I choose Mead. :)

November 13, 2011

The Sea of Monsters


The Sea of Monsters ini buku kedua dari seri Percy Jackson & The Olympians.
Buku pertama saya terpaksa beli yang bahasa Indonesia (yang bahasa Inggrisnya waktu itu nggak ada dan nggak sempet ke Peri Plus T_T), ada di rumah pula, jadi ya sudahlah, langsung post buku keduanya aja.
Sebagai fans barunya Rick Riordan, saya baca bukunya kebalik.
Harusnya baca serial ini dulu, baru lanjut ke The Heroes of Olympus.  :p

Saya liat-liat, kelima buku di seri Percy Jackson & The Olympians ini nggak setebel buku-buku The Heroes of Olympus, dan mungkin karena baca yang tebel dulu trus mulai baca yang ini, ceritnya menurut saya kurang gereget, nggak segereget baca The Heroes of Olympus atau The Kane Chronicles.  Yah mungkin di buku berikutnya makin seru?  Saya juga nggak tahu, nanti beli lanjutannya deh.

Cerita di buku ini dimulai dengan Percy yang bermimpi tentang temannya, Grover.  Di mimpi itu Percy melihat bahwa Grover membutuhkan pertolongan.
Percy sendiri akan menjalani hari terakhir di sekolahnya (sekolah normal), maksud hari terakhir disini maksudnya kayak hari terakhir sebelum kenaikan kelas atau libur panjang gitu, bukan hari terakhir karena dikeluarin. :p
Di sekolah itu, Percy memiliki teman baru bernama Tyson.  Tyson sering dibuli oleh murid nakal dan Percy seperti big brother selalu membela Tyson.
Serangan mendadak dari beberapa monster di sekolah Percy membuat panik keadaan di sekolah.  Annabeth pun ternyata muncul di sekolah Percy, dia sudah menduga akan ada serangan dari monster-monster itu.  Setelah melawan monster, Percy, Annabeth dan Tyson pergi menuju camp HalfBlood.

Pemandangan di camp tidak seindah yang dibayangkan, camp diserang, pertarungan antara warrior camp dengan monster terlihat dimana-mana.
Thalia's Tree sekarat, itu mengapa batas camp semakin memudar dan banyak monster yang bisa masuk.  Direktur di camp diganti, dan Tantalus sebagai pengganti Chiron sangat jelas tidak sebaik Chiron dalam menjalankan tugasnya.  Chiron dituduh bertanggung jawab atas sekarat Thalia's Tree, karena itu jabatannya dicopot.

Surprise, Tyson adalah cyclops.  Gambaran singkat tentang cyclops : makhluk besar, matanya cuma satu (itu pun besar), letak matanya di tengah-tengah. Yang lebih mengejutkan lagi, Tyson diklaim sebagai anak Poseidon!  Yang berarti bersaudara dengan Percy. lol.
Satu ayah, lain ibu.  Percy demigod (half god, half human), sedangkan Tyson, well..Cyclops. :)

Di camp, Percy masih mendapat mimpi tentang Grover, dan di mimpi itu dia mengetahui kalau Grover ditawan oleh cyclops jahat (kalau Tyson jelas cyclops baik) di tempat yang bernama Sea of Monsters, dan cyclops itu punya Golden Fleece.  FYI, Golden Fleece ini bisa dipakai untuk menyembuhkan Thalia's Tree, dengan adanya Golden Fleece, lingkungan dimana Golden Fleece itu disimpan akan beruntung dan indah.  Yang sakit jadi sembuh, yang gersang jadi subur, yang tadinya kering jadi ada air, pokoknya ajaib.

Percy meminta dirinya untuk diutus pergi menyelamatkan Grover sekaligus mengambil Golden Fleece, dan tentu saja ditolak mentah-mentah oleh direktur yang baru, Tantalus.  Clarisse justru diutus Tantalus untuk mengemban quest itu.
Tetapi dengan bantuan Hermes, god of thief, sekaligus god of messengers and travelers, Percy diberi bantuan untuk pergi bersama Tyson dan Annabeth untuk menyelamatkan Grover dan mengambil Golden Fleece.  Hermes sendiri meminta Percy agar berusaha untuk menyelamatkan, atau mungkin lebih tepatnya menyadarkan Luke, anaknya, yang berada di pihak musuh.

Petualangan mereka pun dimulai.
Seperti biasa, ketemu monster, ketemu mantan teman (Luke), bahkan ketemu Clarisse di tengah jalan. :))

Baca buku ini sih kurang seru seperti buku-buku dari dua seri lainnya, mungkin karena lebih tipis, ceritanya lebih singkat, jadi alur ceritanya kurang nancep di hati.  Halah. :))
Tapi ya seri ini dapet gelar The New York #1 best-selling series loh, saya harus coba meresapi buku berikutnya.  Semoga lebih gereget.
Amin.

November 09, 2011

Sugar and Spice


Kalau seri buku habis itu rasanya sedikit kehilangan.
Yahh...udah nggak ada lagi lanjutannya.
Kaya Harry Potter!! Hmph...

Good news, Lauren Conrad akan bikin serial baru, The Fame Game dengan tokoh utama yang berbeda.  Can't wait!

Oh iya, sebelumnya, setelah dipikir-pikir, apa yang saya ketik di blog tentang buku, sedikit atau banyak, spoiler juga sih jatoh-jatohnya. Hahaha...
Jadi saya kasih WARNING dulu ini, yang nggak mau tahu spoiler, STOP BACA sampai disini. :))

Di buku ini, season kedua dari L.A.Candy dimulai.
Jane masih bimbang sama perasaannya sendiri karena Caleb mantannya ada di LA, and he's so sweet to her (at first!), ada juga Braden, yang keliatannya naksir Jane tapi nggak pernah ngungkapin perasaannya ke Jane, muncul-hilang karena Braden harus pergi dari LA selama dua bulan untuk pekerjaan, ada juga Jesse yang semakin parah hidupnya sejak putus dari Jane.

Scarlett janji akan lebih kooperatif dan nurut sama Trevor sang produser, karena dia butuh uang untuk pindak ke universitas lain.  Naveen (teman dekat Caleb), yang juga teman SMA Scarlett dan Jane muncul di buku ini.  Scarlett dan Naveen yang punya "kisah" di SMA nggak luput dari mata Trevor, dan sebagai produser, Trevor selalu melihat setiap aspek yang berpotensi menaikkan rating shownya, dan aspek itu harus dimaksimalkan.  Reality show jadi plot show, Trevor meminta Scarlett dan Jane shooting bersama Naveen dan Caleb (nggak cuma sekali), untuk menimbulkan rasa penasaran publik.

Madison dapat kejutan, ada ancaman-ancaman yang diterimanya lewat sms.  Setelah menyewa detektif, orang yang mengancamnya ternyataaa, adiknya sendiri.  Madison mau nggak mau minta Trevor untuk memasukkan adiknya Sophia dalam acara L.A.Candy, semata-mata supaya Sophia dapet uang, nyicipin hidup glamour, dapet cowok cakep.  Dengan begitu, Madison ngarep Sophia nggak bocorin semua rahasia Madison ke publik.

Gaby milih publicist untuk bantu jaga dan memberi image baru tentang dirinya ke publik, But, it turned out a nightmare for her.  Operasi plastik, makeup yang kalau bahasa kasarnya di kita sih, medok banget gila.  Pokoknya penampilan Gaby dirombak habis-habisan, and she couldn't enjoy it.

Scarlett ngerasa, hidupnya udah terlalu banyak diatur oleh plot dari sang produser dan antek-anteknya, she made a big move, leaving the show, and Jane followed her step.  She's tired of being a character in Trevor's story.  Karena nyatanya, apa yang disebut reality show itu pasti ada plotnya juga, dan untuk menjalani hidup yang nggak real di depan kamera yang sering mengikutinya setiap saat, sampailah ke titik tertentu dimana Jane bisa bilang "I'm done".

Segitu aja spoilernya.  :))
Ada yang nggak dibocorin juga kok, biar kalau ada yang baca bukunya nemuin kejutan-kejutan lain. :)

The best feeling in life is when you enjoy being yourself everywhere you go.

Book Haul! (Fiction FTW)


Another book haul, another fiction books. All in English language.  Peri Plus lagi ada promo!  Hahahaha, bahagia saya kalau toko buku impor lagi ada diskon (buku-buku tertentu). :D
Belakangan ini, saya makin suka baca buku fiksi, bukan fiksi yang masih normal seperti interaksi antar manusia, tapi fiksi yang melibatkan makhluk-makhluk aneh yang nggak ada di dunia nyata yang saya suka.  Mungkin ada yang melihatnya aneh, kok baca begituan, nggak masuk akal dsb.
Tapi ya dunia fiksi yang begitu ternyata makin lama saya makin suka (biangnya tentu Harry Potter.  Hahaha).  Kenapa bisa suka?  Penulisnya itu jago banget memainkan kata-kata sampai saya seperti ikut masuk ke dunia fantasi (bukan dufan Ancol!) di dalamnya.
Buku yang bagus buat saya adalah buku yang membuat saya mau baca langsung dalam satu hari sampai halaman terakhir (walaupun kenyataannya karena ada kegiatan lain ada yang butuh waktu beberapa hari untuk selesai dibaca), tapi toh kalau dalam sehari belum selesai pun, pikiran saya selalu nggak jauh-jauh dari buku itu, lanjutan dari bab ini bakal gimana ya, nasib tokohnya gimana, dsb.
Buku fiksi itu selalu bikin saya salut sama pengarangnya, gila loh, punya imajinasi segitu luasnya.  Apalagi fiksi yang melibatkan makhluk-makhluk aneh begitu, detail ceritanya bikin kagum.  Makanya saya suka.  :D

Dari atas ke bawah :
1.  The Sea of Monsters. (Percy Jackson & The Olympians Series, Book Two)
Saya kebalik banget ini urutan bacanya.  Yang saya beli pertama kali justru The Heroes of Olympus Series, padahal itu ceritanya sesudah Percy Jackson & The Olympians Series tamat, hehehe.  Jadilah nyusul beli seri yang ini belakangan.  Buku pertama, beli yang bahasa Indonesia, karena waktu itu cari di Gramedia yang masih kesegel sempurna udah nggak ada (hiks...), sedikit aneh, karena beberapa kata lebih enak dibaca dalam bahasa aslinya, jadi buku kedua memutuskan harus beli bahasa Inggris.  Nengok ke Gramedia GI, nggak ada yang masih kesegel, kebangetan loh, nggak bisa sayaaaa beli buku tanpa segel plastik, berasa buku yang mau dibeli kok udah diperkosa sama orang lain dulu.  Huahahaha, bahasanyaaaa... Maap, ya you know what I mean pasti ya... Untungnya di Peri Plus ada yang masih lengkap dengan segel plastiknya, walaupun harganya lebih mahal beberapa ribu dari Gramedia, karena saya juga beli buku lain yang dapet diskon dengan harga miring, saya relaaa....

2.  Sugar and Spies. (L.A. Candy Novel, Book Three)
Buku terakhirnya Lauren Conrad di seri L.A. Candy.  Ini adalah buku terakhir yang masih punya segel plastik di Gramedia GI.  Mbok re-stock dong yaaa... Sedih saya kalau cari buku impor tapi segelnya udah pada lepas, kepingin beli tapi nggak rela...  Di Peri Plus MKG stoknya lebih banyak, tapi ya itu, harganya lebih mahal daripada di Gramedia.  Jadi sekadar info aja, beli buku liat juga back covernya, biasanya kalau buku impor ada yang masang harga di atas barcodenya, kalau di Gramedia biasanya 1 dolar dihitung 10ribu.  Jadi kalau harga buku $9,99 dirupiahin jadi Rp 99,000.  Ya patokannya itu aja sih. :)

3.  Marked (A House of Night Novel, Book One)
Ini unik, pengarangnya ada dua orang, P.C. Cast & Kristin Cast.  Ibu dan anak! WOOOW!
FYI, A House of Night Series ini booming banget di US sana.  Katanya mirip-mirip Harry Potter, kalo penyihir sekolahnya di Hogwarts, nah vampire sekolahnya di House of Night.  Interesting....
Saya baca reviewnya orang-orang banyak banget yang suka.  Penasaran dang ding dong.  Dan untungnya ada diskon di Peri Plus, hahaha, buku ini harganya Rp 39,000 saja.  Sikat!

4.  Mead (Vampire Academy Series, Book One)
Vampire lagi, vampire lagi.  Nggak apa-apa.  Saya mau tahu ada cerita vampire lain nggak selain Twilight Saga sama The Vampire Diaries.  Yang ini pun katanya bagus, walaupun banyak yang lebih memihak House of Night, but worth to try.  Lagian lagi diskon juga.  Rp 69,000 saja... Sikat lagi!

5.  Cum Laude
Nah, buku ini kayaknya ya, kayaknya menarik.  Yang ngarangnya Cecily von Ziegesar, yang ngarang The Gossip Girl Series.  Ini karena kebiasaan kali ya, kalau authornya pernah buat buku oke, saya selalu menganggap buku-buku lainnya juga oke.  Jadi ya apa salahnya dibeli, toh lagi diskon (tetep).  Hard cover book, Rp 89,000.  As far as I know, hard cover book's price is above that.

Di tanggal saya ngetik ini, dua buku pertama udah selesai dibaca.  (Ya, beli bukunya juga udah dari minggu kemarin, belum sempet ngeblog aja).
Reviewnya, segera menyusuuul...

P.S. : Peri Plus sering-sering adain promo buku dong ya... :')

October 28, 2011

Bye Goldie


Hari ini dikabarin kalau Goldie udah meninggal.
Sedih sekaligus bahagia juga.
At least, Goldie udah bisa istirahat, nggak kesakitan.  Walaupun anjing nggak kayak manusia, bisa ngomong "Sakit disini, badannya nggak enak nih" dsb.  Dari vonis dokter yang bilang Goldie kena kanker, pasti badannya Goldie ada sakitnya, ada nggak enaknya.
Kata orang-orang di rumah, udah beberapa hari belakangan, Goldie nggak bisa jalan, tiduran terus, matanya merah, perutnya kalau dipegang kereas.  Goldie diem aja, ditoel-toel diem, dipanggil-panggil diem.
Saya rela kalau Goldie pergi. T_T


Cerita sedikit tentang Goldie ya...
Beli Goldie di Lembang, saya sama Papa yang kesana.  Saya sama Papa juga yang milih.
Perjalanan pulang juga empat jam, Goldie saya pangku, abisnya kalau ditaro di jok mobil belakang, dia nggak mau, begitu dipangku dia diem, jadi saya pangku selama perjalanan pulang.
Goldie ini anjing paling baik diantara anjing-anjing saya di rumah lainnya.
Kalau ada anjing yang berantem, misalkan Marble (anaknya Goldie) berantem sama Baileys, Goldie itu maju dan berdiri di tengah-tengah mereka, kayak melerai gitu lho.  Ini serius.  Goldie itu kayak gitu.
*sialan, mulai nangis deh ini sambil ngetik...

Terus, waktu dulu Chelsea masih kecil, Chelsea itu nakalnya luar biasa.
Semua barang digigitin, apa yang ada dia acak-acak.  Mba lagi mau nyetrika, Chelsea ngusel-ngusel di kakinya, saya nggak tahu bahasa Indonesia ngusel-ngusel itu apa.  Ya pokoknya dikira-kira aja buat yang nggak ngerti.  Kalau Chelsea udah nggak bisa dibilangin sama Mba, Goldie tuh ngedatengin Chelsea, kupingnya Chelsea digigit pelan terus digiring keluar dari tempat Mba nyetrika.  Kalau orang mah, "Gue jewer lo ya...nggak bisa dibilangin amat..."  Hehe.. Goldie itu kayak gitu.

Waktu gue lagi suntuk belajar, gue ajak Goldie naik ke taman atas, Goldie itu tingkah lakunya baik, jadi saya juga mau ajak dia ke taman, kalau anjing yang lain liat pot-pot dan tanaman mungkin bisa dipecahin satu-satu. -_-
Saya duduk, Goldie juga ikutan duduk.  Nikmatin angin sepoi-sepoi sama Goldie, terus saya mulai curhat kaya orang gila ke anjing.  Yang pasti Goldie ngeliat mata saya dan dengerin selama saya ngomong.  Urusan ngerti atau nggak nomor seribu.  Hehehe.

Paling kasian, kalau hujan dan banyak petir.  Goldie takut sama suara petir, begitu petir mulai rame, dia panik dan masuk dapur.  Goldie kagetan rupanya.  Sekarang nggak bakal denger petir lagi, Gol... You can relax now...
*banjir

Goldie sakit udah dari beberapa bulan yang lalu, dokter juga bilang tinggal tunggu waktu.
Tadinya malah Papa mau Goldie disuntik mati aja, biar nggak kesakitan lagi Goldienya, soalnya udah nggak bisa apa-apa.  But Goldie chosed her own way to go... :)

Bye, Goldie!
Hope you're happy now.
Love you <3

October 25, 2011

Sweet Little Lies


Sebenernya saya paling nggak suka beli buku yang segel plastiknya udah nggak sempurna.  Sobek secuil pun pasti geledah tumpukan buat cari yang segel plastiknya utuh dan setiap ujungnya nggak penyok.
Tapi beli buku ini pengecualian, saking nggak sabar baca lanjutan L.A. Candy, dan kelamaan kalo pake acara ke Gramedia Grand Indonesia, saya memutuskan untuk beli the last one book di Gramedia MKG, dengan kondisi segel plastik yang buat saya udah cukup mengenaskan. T_T
Bukunya sih nggak penyok, makanya saya mau beli. :p

Sweet Little Lies lanjutan dari L.A. Candy, masih seputar Jane yang lagi pergi dari sorotan paparazzi dan media lainnya yang terus-terusan nyari dia pasca tersebarnya foto-foto yang "kurang enak diliat".
Jane yang tadinya jadi America's sweetheart, sekarang media memberi julukan padanya yang jelas kebalikan dari sweetheart.
Masalahnya masih seputar cowok, Jane terjebak dengan Jesse berikut dengan kelakuan pacarnya yang nggak banget, alasan udah terlanjur sayang bikin dia terjebak dengan Jesse untuk beberapa lama. Di sisi lain, Jane juga masih tertarik dengan Braden (dulunya sahabatan sama Jesse). 

Cerita menarik lainnya dateng dari Scarlett.
Scarlett yang paling anti dengan relationship, mulai naksir dengan cameramen tv shownya sendiri.  Udah jadi peraturan dimana-mana, nggak boleh ada hubungan lebih di antara talent dan crew.  Dari yang tadinya cuma naksir-naksiran, beneran jadi suka.  Yang tadinya umpet-umpetan, eh ketauan juga. :p Yah pokoknya cerita Scarlett nggak kalah seru sama Jane. :D

Masalah di persahabatan Jane dan Scarlett pun masih "panas" di buku ini.
Scarlett terus berusaha ngasih tahu Jane kalau Jesse dan Madison itu bukan orang baik.  Jane sendiri makin lama makin kesel karena ngerasa Scarlett terlalu banyak bawa "aura negatif", dan Jane memutuskan untuk pindah ke apartemen Madison.  Katanya best friend forever? Hmmm...
Bagi Jane, Jesse dan Madison terlihat baik di matanya, sampaiiii Jane sadar kalau....woo... too much spoiler?  Saya stop deh.

Ada beberapa tokoh lagi yang jadi teman untuk Jane dan Scarlett yang lagi diem-dieman, Hannah dan Deb.  Untuk Hannah, she got an interesting role in this book. :)

Gaby yang keliatannya lemot dan otaknya selalu lebih lambat beberapa menit untuk mencerna sesuatu ternyata mempunyai sisi menariknya tersendiri di buku ini.
Scarlett akhirnya mengakui dalam hati bahwa ada sisi dari diri Gaby yang cukup membuatnya tercengang dan mengakui kalau Gaby ternyata asik juga buat dijadiin temen. :)

Endingnya, Jane memutuskan untuk istirahat dari dunia romansa, dan berjanji pada dirinya sendiri, no boys allowed.
But when your ex shows up and now he looks hot than he used to, what are you gonna do? lol.



October 24, 2011

The Son of Neptune


The Son of Neptune adalah buku kedua dari serial The Heroes of Olympus.
Buku ini nyeritain kisah Percy Jackson, yang lupa ingatan (karena Juno = Hera), dia diajar oleh Lupa, dan dibawa oleh Juno ke camp Jupiter.

Sekadar info, Camp untuk demigod (anak setengah dewa dan setengah manusia) ada dua, di buku pertama dari serial ini, camp Half Blood yang menjadi sorotan, dan di buku yang kedua, camp Jupiter mendapat spotlight.
Yang membedakan, camp Jupiter menganut paham Roma, sedangkan camp Half Blood menganut paham Yunani.  Masing-masing dari camp itu nggak tahu kalau ada camp demigod lain selain camp mereka.  Jadi kebayang dong kagetnya mereka tahu ada camp lain diluar sana dengan "aliran" yang lain.

Karena Gaea, earth goddess yang akan bangun dari tidur panjangnya dan menjalankan rencana jahatnya, Juno membutuhkan bantuan dari kedua camp ini untuk bersatu membantu para dewa-dewi untuk melawan Gaea dan anak-anaknya (Giants).  Jupiter/Zeus (Jupiter nama versi Roman, Zeus nama versi Greek, sama tapi berbeda, hmm) terlalu keras-kepala untuk mengaku membutuhkan bantuan para demigod, sehingga Juno/Hera sebagai istrinya turun tangan dan merencanakan ini semua.
Percy masuk ke camp Jupiter, dan Jason masuk ke camp Half Blood.  Mereka berdua adalah orang yang diakui kemampuan dan leadershipnya, dengan menaruh mereka masing-masing di camp yang lain, diharapkan kedua camp ini nantinya mau bekerja sama.

Percy bertemu pertama kali dengan Hazel dan Frank di hari ia masuk ke camp Jupiter.
Hazel dan Frank adalah dua orang yang paling ramah dan menerima Percy walaupun latar belakang mereka berbeda (Percy dari camp HalfBlood).
Nggak lama setelah Percy masuk di camp Jupiter, Mars (dewa) memberi tugas bagi Frank, untuk membebaskan Thanatos god of death dari seorang giant (anak Gaea).  Karena god of death yang disandera, pintu kematian jadi nggak ada yang jaga, dan berbagai monster dan giant yang udah cape-cape dibunuh, bisa dengan gampangnya hidup lagi.  Yang ngurusnya lagi nggak ada sih...
Jadi, membebaskan god of death ini termasuk hal yang penting, karena dengan mulai bertugasnya kembali Thanatos, bisa dipastikan berbagai macam makhluk berbahaya yang demigod bunuh, pasti nggak bisa hidup lagi untuk Frank jelas mengajak Percy dan Hazel untuk menuntaskan misi ini.
Hazel dan Frank memiliki "rahasia dan keunikan" masing-masing, tapi justru dengan begitu mereka bertiga bisa saling melengkapi satu sama lain.

Pertarungan dan petualangannya seperti biasa, seru banget!
Ada juga hal-hal kocak.
Geblek ini, cyclops sama harpy bisa saling suka.  Hahaha.  
Trus ada Percy yang iri sama Frank yang katanya juga keturunan Neptune/Poseidon yang bisa berubah wujud jadi macam-macam binatang, dan Frank iri sama Percy yang bisa nafas di dalam air, manggil hurricanes. LOL.
daaaan masih ada lagi kejadian-kejadian lucu lainnya.  Hehe.. :p

Selesai baca buku ini, gemes banget.  Suwer.
Endingnya itu beberapa perwakilan dari camp Half Blood dateng ke camp Jupiter.
Gimana ini jadinya kalo Jason, Leo, Piper, Annabeth dateng ke camp Jupiter ketemu Percy dkk.
Jason ketemu Percy. (Jagoan ketemu Jagoan)
Jason ketemu Reyna.  (Jagoan ketemu kekasihnya)
Piper juga ketemu Reyna. (Kekasih ilusi ketemu kekasih beneran)
Percy ketemu Annabeth. (Jagoan ketemu kekasihnya)
Lembar buku abis, saya teriak. Seriusan.  Gemes.
Buku berikutnya baru keluar, fall 2012.  Ya Tuhan... lama ya.
Rick Riordannya masih nulis.
Hiks.


October 23, 2011

Rest In Peace, Marco Simoncelli


The world was shock.

I couldn't watch the race, because I had to accompany my mom to buy stuff.
I planned to "watch" the race on twitter, by reading @MotoGP's tweets.
But my phone couldn't get signal at a certain place, so I didn't know what's going on at that moment.
Then I got a phone call from home, "Simoncelli's dead.  He got accident, and it included Edwards and Rossi."

Seriously, I couldn't believe it.
I  just SAW re-run of GP Philip Island two days ago, and he got third place, podium!
I was like "Wow, there you go curly (he had a big curly messy hair), you can stand at podium!"
I even laughed at his accent, because he's Italian, and when he spoke in English, it sounds funny, just like Rossi.

He's the one who bumped to other riders like Lorenzo and Pedrosa, made them injured, and he's still fine. 
And now, knowing he's already passed away is like "are you kidding me?"
How come his helmet coming off in the crash??
As far as I know, rider's helmet is not easy to come off like that. 

According to MotoGP representatives, Simoncelli suffered a very serious trauma to the head, to the neck and the chest." - MotoGP representatives.
A source said, without helmet, his face was dragged and hit the asphalt very hard, when medical team got to him he was unconscious. :(
He slipped, and was hit by Edwards (Edwards got injured too), and some people say Rossi hit him too.  Edwards and Rossi couldn't do anything about that, it was a high speed race, and when someone suddenly cross in front of you, BAM!  Accident happens.

We lost a crazy awesome rider.
My deep condolences to his family.


MotoGP won't be "fun" without you, Marco Simoncelli.
Rest In Peace.
RIP #58.


October 19, 2011

5cm


Ngakak, nangis, mikir, sadar.
Kira-kira begitu kalau saya cuma boleh kasih empat kata untuk mengungkapkan apa yang saya rasa dari membaca buku ini.

Buku ini membuat saya kembali melihat apa yang selama ini saya lupa, membuat saya kembali memperhatikan apa yang selama ini nggak saya peduliin.

Buku ini berisi harapan dan tekad yang besar.  Pada diri sendiri, orang lain, maupun bangsa.
Nggak ketinggalan buku ini ngingetin kita untuk dekat dengan Sang Pencipta, tentang baiknya Dia yang selalu memberi pilihan bebas untuk semua manusia.

Cerita yang super seru, dialog-dialog bangke antara lima sahabat yang punya syaraf gila di otaknya masing-masing ini PASTI bikin ketawa yang baca.  Serius bangke banget.  Konyol abis dialognya!!!!
Baru kali ini baca buku yang bisa bikin ketawa ngakak, nangis dan kagum secara bersamaan. 

Buku yang saya beli, cetakan kesepuluh.  Yup, nggak salah baca.  Cetakan kesepuluh.  Memang cukup telat buat saya, baru baca 5cm kok sekarang?  Nggak apa-apa, yang penting sekarang buku sudah dalam genggaman dan selesai dibaca. :) 
Dapet label National Best Seller, dan juga Buku Indonesia Sepanjang Masa Goodreads Indonesia.
Kurang keren apalagi Donny Dhirgantoro sebagai penulisnya?  Salut.

"...Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.  Dan...sehabis itu yang kamu perlu...cuma....
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.  Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...
Serta mulut yang akan selalu berdoa..."

"Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu... jangan menempel.  Biakan
Dia...
Menggantung...
Mengambang...
5 centimeter... di depan kening kamu...
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu..."

October 17, 2011

Mimpi Sejuta Dolar


Saya beli buku ini (lagi-lagi) karena tweet-tweet yang bertebaran di twitter.  Hehehe.
Pertama kali baca judulnya sih rada males, "Mimpi Sejuta Dolar", kayaknya terlalu muluk.
Tapi liat yang nulisnya Alberthiene Endah, LANGSUNG SEMANGAT NYARI! :))
FYI, Alberthiene Endah ini salah satu penulis favorit saya.  Terima kasih buat Pak Kamdhi yang make buku "Dicintai Jo" untuk bahan referensi di kelas Bahasa Indonesia sewaktu SMA, saya jadi ketagihan beli buku-buku mbak AE lainnya. 
Jujur, saya cuma beli buku mbak AE yang bergenre novel.  Padahal mbak AE juga penulis biografi tokoh-tokoh besar di Indonesia. 
Mungkin saya kurang begitu niat membaca biografi tokoh yang saya nggak ngefans, jadi saya nggak beli,
Nah ini, biografi Merry Riana.  Siapa itu Merry Riana?  Saya juga tadinya nggak tahu sama sekali. 
As I said before, I only bought this book because Alberthiene Endah is the writer of this book, and this book is like "the bomb" in twitter world.

Merry Riana ini entrepreneur sukses, yang bisa menghasilkan satu juta dolar di umur 26 tahun. 
Ah, orang kaya biasa, wajar, kan pinter...
Eits, tunggu dulu. 
Background Merry Riana dan kisah perjuangannya, asli bikin saya tercengang-cengang. 
Mungkin kalau bisa diibaratkan, mulut saya udah nganga baca kisah hidupnya.

Berawal dari kerusuhan Mei 1998, Merry Riana yang tadinya berencana untuk kuliah di Trisakti, diminta orang tuanya untuk kuliah di NTU Singapura demi keselamatannya. 
Beruntung ada dana pinjaman bagi mahasiswa yang kurang mampu untuk berkuliah di NTU, jadi biaya kuliah bisa ditalangi pihak bank terlebih dahulu, dan dari sisanya mahasiswa mendapat sedikit uang saku.  Biaya tersebut dilunasi setelah mereka lulus dan sudah bekerja.
Keluarga yang sederhana, tidak mempunyai cukup uang untuk membiayai kuliah dan biaya hidupnya selama di Singapura.  Maka pilihan menggunakan dana pinjaman pun diambil.
Sisa uang sebagai uang sakunya hanya 10 dolar untuk seminggu!  Bayangkan.  Makan sehari tiga kali, sekali makan itu 1 dolar sudah yang paliiiiiiiiiiing murah.  3 dolar untuk 7 hari = 21 dolar. 
Jatah satu minggu hanya 10 dolar. 
Merry Riana, bertahan dengan menyantap mie instan sebagai sarapan, dan roti untuk makan siang.

Tidak ingin membebani keluarga, Merry Riana tidak menceritakan kesulitannya sama sekali pada keluarganya di Jakarta. 
Setahun setelah berkuliah, dia mencoba untuk mencari pekerjaan saat libur.  Membagikan flyer. 
Uang yang dia terima ditabungnya, dan diiritnya supaya bisa melanjutkan hidup di Singapura.
Salut luar biasa.  Masa muda, kebanyakan dihabiskan orang dengan bersenang-senang.  Kuliah, ya sambil senang-senang juga.  Main sama teman-teman, ke mall, nonton, makan enak.  Habis kuliah, ya baru cari kerja.  Saya juga begitu.
Tapi Merry Riana, berpikir jauh ke depan.  Dia membuat resolusi untuk mencapai kebebasan finansial di usia yang muda. 
Menahan godaan untuk tidak berpergian bersama teman-temannya pasti sangat berat, di saat yang lain dengan santainya berjalan-jalan di Orchard, dia harus bekerja mencari tambahan uang saku, dan menabung penghasilannya.  Tekadnya yang kuat membuat dia bisa bertahan.

Merry Riana beruntung menemukan Alva, pasangannya. 
Mereka berdua selain sebagai kekasih, juga sebagai partner kerja yang luar biasa.
Merry Riana yang aktif, supel, semangat, dan bertekad kuat.  Doer. 
Alva yang bawaannya tenang, kalem, lebih ke menyusun strategi, menciptakan teori, mengurus detail dan cara kerja.  Thinker.

Mereka berdua sudah merasakan pahitnya gagal mencoba usaha, merasakan pahitnya ditipu orang, merasakan beratnya menyerahkan sejumlah uang yang menurut mereka besar sekali jumlahnya sebagai investasi, merasakan sakitnya ditolak oleh orang berkali-kali.
Tapi dengan tekad yang kuat, disiplin, fokus dan keberanian, mereka berhasil.
Sangat berhasil, malah. :)
Banyak cerita manis-pahitnya mereka sampai bisa meraih posisi mereka sekarang.
Saya nggak mau kasih spoiler usaha apa aja yang pernah mereka coba.  Hehehe.
Biar seru, baca sendiri ya.

This book is worth it.
Amazing life story.  Very inspiring. 
It will open your eyes, for sure. :)


L.A. Candy


Saya pasti beli lanjutan dari buku ini. :))
I love the story!
Cerita tentang dua cewek yang bersahabat dari kecil, Jane dan Scarlett.
Jane tipe girl next door, blonde and lovely.
Scarlett tipe cewek yang "hidup gue suka-suka gue", brunette, sexy, cuek, dan lebih tegas dibandingkan Jane.
Mereka berdua sama-sama pindah ke Los Angeles untuk memulai lembaran baru after graduated from high school.
Jane jadi intern di event planner company, sedangkan Scarlett jadi mahasiswa di U.S.C.

Hidup mereka jadi berubah 180 derajat setelah mereka "ditemukan" oleh produser acara hollywood.
Produser itu melihat keunikan mereka berdua, dan meminta mereka untuk menjadi bintang dari acara baru yang ingin digarapnya, L.A. Candy.
Intinya acara itu menceritakan kehidupan mereka sehari-hari, bagaimana Jane di tempat kerjanya, dan apa saja yang Scarlett lakukan di kelas.
Mereka juga bertemu dua "teman" baru di acara ini, Madison & Gaby.
Jane sejauh ini percaya dan merasa tak ada masalah harus berteman dengan mereka berdua, apalagi ini demi kepentingan tv show mereka.  Scarlett sebaliknya, dia malas berurusan dengan "teman" barunya, terutama Madison.

Oke, saya persingkat.
Semakin dijalani, Scarlett merasa hubungan pertemanan dia dan Jane semakin kendur, mereka susah menghabiskan waktu bersama-sama seperti dulu.  Waktu yang ada adalah saat syuting untuk L.A.Candy, yang berarti ada beberapa kamera yang merekam setiap aktivitas mereka, dan itu tidak disukai Scarlett.

Jane sendiri mengalami kebingungan di masalah percintaannya, ada dua pria yang mengaku menyukainya.  Dan ironisnya, keduanya bersahabat.  Satunya memiliki reputasi sebagai playboy, satunya memiliki hubungan on-off dengan mantannya.  Dan itu belum seberapa pusingnya, Madison, iri dengan popularitas Jane, berusaha menjatuhkan Jane dengan caranya sendiri.

Cerita di buku ini ditutup Scarlett yang membaca pesan dari Jane.  Pesan itu intinya mengatakan pergi dengan Madison untuk menghindari para wartawan.
But Jane doesn't know, yet.
The real enemy is...

To be continued.

October 09, 2011

A Little Add


Kemarin ke Gramedia MKG, khusus untuk nyari buku pertamanya Lauren Conrad, dan berakhir dengan beli yang lain juga.

My friend, Gogo, recommended 5cm by Donny Dhirgantoro.  Buku lama.  Tapi katanya bagus banget.  Jadilah saya tergoda dan beli juga pada akhirnya.

The Son of Neptune by Rick Riordan!  Ini buku yang nggak disangka belum terbit, dan ternyata udah ada. Lanjutan dari The Lost Hero (my previous post), nemu buku ini karena nemenin Gogo yang mau liat buku import di Peri Plus, dan tadaaaa... Buku ini ada di new arrivals. Asyik!

L.A. Candy by Lauren Conrad.  Pernah masuk review di majalah. Dan ada embel-embel #1 New York Times Bestseller.  Saya selalu tergoda kalau liat #1. :))
Masih ada lanjutannya lagi, tapi saya mau nyoba baca yang ini dulu.  Kalau oke, baru lanjut.

Merry Riana, Mimpi Sejuta Dolar, penulisnya Alberthiene Endah.  Merry Riana ini lagi booming banget di berbagai macam media.  Dua majalah yang saya beli, profil dia muncul semua disana.  Mungkin di koran juga ada, tapi karena saya nggak langganan koran di Jakarta, jadi kurang tahu juga.  Merry Riana berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 1 juta dollar di usia 26 tahun.  Dan kisah hidupnya ditulis oleh salah satu penulis favorit saya, mbak AE.  Jadi buat saya, harus beli buku ini!

Beli majalah Gogirl! juga, karena ini majalah tercintaaaa...
Beli Elle juga, majalah yang bahasannya lebih dewasa. Biar seimbang informasi yang disedot otak. :))

I can't wait to read them all!

P.S. : Cameo of the photo is my angry bird mug :)

The Lost Hero


As I said before, I'm addicted to Rick Riordan's books.
The Lost Hero is the first book that I bought, but I just post about it right now, hehe.. :p

Buku ini ada hubungannya sama Percy Jackson Series, saya sendiri baru baca buku pertama dari Percy Jackson, tapi ada tokoh di buku PJ yang muncul di The Lost Hero.

Point of View buku ini dibagi ke tiga tokoh, the main character is Jason.  Lalu ada dua sahabatnya Piper dan Leo.
Dimulai dengan Jason yang lupa ingatan (pengaruh magic), Piper dan Leo pun mendapat pengaruh magic juga, mereka diberi semacam memori yang direkayasa.  Memori tentang mereka bertiga bersahabat, dan Jason dan Piper berpacaran. 

Diserang oleh venti, storm spirits.
Dibawa ke half-blood camp, tempat yang berisikan manusia-manusia seperti merka, demigod, setengah manusia, setengah dewa.
Diakui sebagai anak dewa dan anak dewi.
Diberi misi untuk membebaskan Hera, yang mereka benci karena mengacaukan ingatan Jason dan memberi memori palsu untuk Piper dan Leo.
Tapi mereka mau tidak mau harus melakukan itu untuk mencegah dewa bumi bangun dan mengacaukan segalanya.

Dan pada akhirnya sedikit teka-teki mulai menemui titik terang.
Hera mengatakan Jason datang ke camp ini as an exchange of leaders.  Dan itu berlaku untuk dua arah.  Kalau Jason di camp ini, berarti Percy Jackson yang selama ini hilang berada di camp yang lain, dan kemungkinan besar, dia juga hilang ingatan seperti Jason.


Life Traveler


"Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri.  And yes, wherever you feel peacefulness, you might call it home." - Windy Ariestanty (page 45).

Windy Ariestanty adalah editor di Penerbit GagasMedia, dan sekadar informasi aja, hampir semua buku terbitan GagasMedia saya suka.
Saya follow mbak Windy di twitter karena Raditya Dika pernah nge-tweet kalau mbak Windy ini editornya, jadi penasaran, di balik karya Raditya Dika, seorang WindyAriestanty inilah yang menyempurnakannya.
Dari tweet-tweetnya, mbak Windy sering bagi-bagi tips nulis, cerita suka-duka jadi editor, dan banyak hal seru lainnya.  Dia juga bercerita kalau jabatan sebagai editor tidak membuatnya menjadi spesial, karena untuk memproses naskahnya, dia sama seperti penulis lainnya.  Tidak ada pilih kasih katanya.  Hehehehe.
.
Kembali ke BU....KU.

This is a very good book.
Membaca kisah mbak Windy, saya seperti masuk ke dalam pola pikirnya, bagaimana dia peka dan jeli untuk mengcapture setiap momen di dalam perjalanannya di berbagai negara yang pernah ia kunjungi.
Note to self : pay attention for every single thing. :)

Sebagian besar dari bab-babnya ditutup dengan Traveler's note, berisikan tentang note mbak Windy, yang dishare ke pembaca, tempat mana yang oke untuk dikunjungi.  Ada juga Traveler's Tips, berisikan tips-tips yang sangat berguna jika kita akan bepergian ke negara yang dimaksudkan oleh mbak Windy. 

Buku ini tidak hanya berbicara tentang perjalanan, lebih dari itu.  Perjalanan manusia.  Bagaimana manusia bisa belajar dan menyadari berbagai macam hal dari sebuah perjalanan.  Bagaimana menghargai negeri sendiri, memahami orang lain, menemukan keluarga baru, mencari rasa rindu untuk pulang, menemukan keberanian yang baru dan berani bersikap. 

"Dan manusia, pada kodratnya, selalu menemukan cara pulang ke 'rumah'.  Tak peduli seberapa dekat atau jauh jaraknya.  Perjalanan tak lebih dari sebuah proses kepada pulang itu.  Pulang kepada diri kita sendiri." - Windy Ariestanty (page 78).

Asia, Australia, Eropa, Amerika, Afrika.
Saya jadi kepingin jalan-jalan. 


October 05, 2011

The Throne of Fire




The Throne of Fire ini adalah buku kedua dari The Kane Chronicles.
Ceritanya Carter & Sadie udah dapet beberapa teman yang mereka latih di rumah Amos, paman mereka (ya bisa dibilang rumah mereka juga) untuk ikutan menghentikan Apophis.

Di buku ini ada dewa-dewi Mesir baru yang muncul, makin menambah serunya jalan cerita tentunya.
Nggak perlu khawatir dengan banyaknya nama dewa-dewi dan berbagai macam terms mesir di buku ini, karena di halaman belakang, ada kumpulan glossary dan nama dewa-dewi yang terlibat di dalam buku ini.  Jadi kalau lupa, tinggal liat contekan di belakang. :p

Inti ceritanya, untuk menghentikan Apophis, mereka mendapat ide untuk membangunkan Ra, the sun god, god of order.  Karena kalau lihat masa lalu, cuma Ra yang bisa ngalahin Apophis.
Tapi untuk membangunkan Ra nggak segampang kaya kita bangunin orang tidur. "Hoi bangun hoi!", ada diguncang-guncang badannya, atau cipratin air, atau tiup terompet di kupingnya sampe bangun.  Yang kayak begitu nggak ngefek.
Ada beberapa tantangan dan halangan yang harus dilalui oleh Carter & Sadie, bahkan sampai ada orang dan dewa yang berkorban supaya mereka bisa melakukan misi mereka tersebut buat bangunin Ra.  Detailnya, ya ada di bukunya.  Nggak mau kebanyakan spoiler. :p

Buku tentang mitologi nggak berarti harus membuang unsur romance, Rick Riordan dengan lihai menambah unsur romance ke dalam cerita ini.  Sadie yang dilema antara dua pria, satu dewa, satu manusia.  Carter yang berusaha kembali mendapatkan hati Zia.  Dan nggak ketinggalan, ada juga cerita pasangan dewa-dewi.

Masih banyak tanda tanya di buku pertama ini.
Dan saya sejujur-jujurnya nggak sabar menunggu buku berikutnya. :)

The Red Pyramid


Belakangan ini, berasa kalap mau beli semua bukunya Rick Riordan.
Ditambah baca review dan tweet-tweet pecinta buku Rick Riordan, makin penasaran dong jadinya.
Semua buku Rick Riordan yang saya tau, dari Percy Jackson & The Olympians Series, The Heroes of Olympus Series (baru terbit satu buku), dan The Kane Chronicles (baru terbit dua buku) semuanya membahas mitologi.  Dewa-dewi Roma, Yunani, Mesir.
The Red Pyramid sendiri merangkul dewa-dewi Mesir.

Pada awalnya sedikit sangsi juga, seru apa baca novel tentang dewa-dewi, berasa terlalu fiksi nggak ya nantinya?  Beli nggak murah tapi kalau malesin buat dibaca kan sayang.
Saya mikir gitu tadinya.

TAPI... Seperti yang tadi saya bilang, review dan tweet-tweet manusia yang udah baca menggoyahkan tembok keraguan.  Dan Rick Riordan sendiri udah dapet "gelar" : From The New York Times #1 Best-Selling Author.  Nah!  Believe it or not, kalau udah ada embel-embel gitu di buku, biasanya bagus!  Hehehehe.  Terbukti memang.  :D

The Red Pyramid ini berkisah tentang Carter dan Sadie, kakak-adik yang sedari kecil hidup terpisah, bertemu hanya dua hari dalam setahun.  Carter hidup bersama ayahnya dan sering berpergian menemani ayahnya yang berprofesi sebagai "arkeologis" untuk meneliti berbagai macam tentang Mesir.  Sadie hidup dengan kakek-neneknya (orang tua Ibu mereka yang sudah meninggal).  

Sang ayah,Julius Kane, tanpa sengaja "melepas" God of evil dan dia sendiri akhirnya tidak bisa kembali ke kehidupan manusia.  Carter dan Sadie mau tak mau harus membereskan semuanya agar bumi tetap selamat.  Bertemu dengan dewa-dewi yang kepribadiannya SUNGGUH UNIK, sampai bertarung dengan berbagai makhluk.

This is a must have book.  Rick Riordan menceritakan tiap karakter, tempat, action, dan penjelasan tentang dewa-dewi dengan bagus.  Dewa-dewinya sendiri ditulis dengan karakter yang menurut saya banyak nyelenehnya, tapi justru disitu letak menariknya.

Cerita ditutup dengan kebangkitan Apophis (the god of chaos) yang akan terjadi dalam waktu dekat.  Carter dan Sadie mengirim pesan ke penjuru dunia untuk mencari manusia-manusia seperti mereka, karena untuk melawan Apophis, gods and men must be united like in olden times.

October 01, 2011

Infinitely Yours

c



I almost love every book from GagasMedia.  :))
Buku ini saya beli satu minggu yang lalu, dan melihat ada huruf hangul (Korea) di covernya, saya langsung ambil tanpa ragu.  :p
Saya juga pecinta k-pop & k-drama, jadi novel yang settingnya di Korea sudah pasti enak dibaca buat saya.

Delapan hari bisa membuat orang jatuh cinta. 
Cewek dan cowok yang bertemu di trip ke Korea, mengalami berbagai macam hal yang nggak diduga bersama, sampai akhirnya mereka sendiri bingung mengapa harus ada cinta? It's just a trip.
But everything is possible in this world. :)

Gaya cerita Orizuka simpel dan enak dibaca, ada beberapa kata dan kalimat yang menggunakan bahasa Korea yang akan berguna bagi kalian yang mau belajar beberapa kalimat yang seriiiiing digunakan, tentunya ada arti dalam bahasa Indonesia di footer halaman, jadi buat yang asing sama bahasa Korea, nggak masalah lho. :)


Kening


Kening ini booming BANGET di twitter.
Banyak orang yang bilang Kening bagus.
Ada quote "kamu:  semangatku!" yang cukup buat saya terkagum-kagum. 
Mama saya berlangganan tabloid, dan ada satu halaman dari tabloid itu tentang Fitri Tropica dan bukunya, Kening.  Disitu saya baca, Fitri nggak mau memakai Tropica di bukunya, dia mau orang melihat dan membeli bukunya bukan karena embel-embel "Fitri Tropica", jadi dia memakai nama aslinya, Rakhmawati Fitri.
Makin penasaran.
Jadi saya memutuskan harus punya buku ini. Harus.

Cerita favorit, seperti kebanyakan orang yang udah baca, Hello Goodbye.
Cerita tentang pengalaman cintanya.
Punya cerita yang (super) pribadi dan "dibuka" untuk kalangan umum buat saya salut sama Fitri.
Gaya Fitri bercerita seru, lucu, nyeleneh, dan juga bagus.  Saya baca, dan saya ikut kesedot ke dalamnya, seperti ikut ngerasain apa yang dia rasain.  Apalagi sama-sama perempuan ya, tau sama tau kalau urusan perasaan
This is one of those books which can play my emotion very well.
Nggak bisa berhenti sebelum bab Hello Goodbye selesai.

Bab lain yang berkesan adalah Putri Upil Bison.  HAHAHA.
Ini bener-bener nunjukkin imajinasi Fitri itu nggak ada abisnya.  Upil? Bison?
Mungkin cuma dia yang kepikiran sampai situ.  Salut. (lagi) :)
Trims sebagai penutup lucu banget.  Bab penutup ini berisi berbagai macam pertanyaan yang diterima Fitri di twitter, dan dia jawab dengan penutup "trims".  Pertanyaan dari followernya aneh-aneh, dijawabnya nggak kalah aneh.  JENIUS! :))

Di satu buku ini, pembaca jadi tahu sisi lain dari seorang Fitri Tropica.
Sisi yang nggak pernah diliat di tv, bisa diliat lewat buku ini.

Nggak ada ruginya beli Kening, justru rugi kalau belum beli.

Btw, sekarang Kening udah jadi National Best Seller. Nggak nyampe setengah tahun kayaknya, udah dapet gelar itu.  Hebat!