Selesai dibaca, ternyata apa yang saya harapkan dari baca dan nonton book review orang-orang nggak sama dengan yang saya alami.
Saya pikir Marked (House of Night) lebih bagus daripada Mead (Vampire Academy), tapi buat saya, Mead lebih bagus. Jeng jeng... Inilah bukti kalau selera orang beda-beda.
Tokoh-tokohnya saya lebih suka yang di Vampire Academy, ya yang di House of Night juga nggak masalah sih, cuma lebih berkesan dan lebih terikat dengan tokoh utama di Mead gitu.
Masih harus dicoba di buku berikutnya buat tau kelanjutan ceritanya, barangkali aja tambah seru. :)
MEAD
Tokoh utamanya bernama Rose, yang mempunyai teman dekat bernama Lisa. Selain teman dekat, Lisa adalah Moroi yang harus dijaga oleh Rose.
Di buku ini vampir disebut Moroi, nah Moroi sendiri ada yang kaum royal dan kaum biasa, Lisa ini adalah Moroi princess, dia termasuk kalangan royal.
Vampire Academy sendiri adalah sekolah untuk para Moroi dan guardians-to-be, jadi kaum dhampir seperti Rose (half human, half vampire) sekolah di Vampire Academy supaya bisa jadi guardian. Melindungi Moroi adalah tugas para dhampir sebagai guardian. Anehnya gini, dhampir nggak bisa bereproduksi dengan sesama dhampir, harus dengan Moroi supaya bisa punya anak dan lanjutin keturunan. Dhampir nggak bisa juga bereproduksi sama manusia. Jadi bagi dhampir, Moroi itu bener-bener penting dan harus dijaga biar nggak punah karena jumlah Strigoi yang makin berkembang. Yah, namanya juga cerita, aneh-aneh dikit nggak apa, asal alur ceritanya enak dibaca ya lanjut. :)
Ada juga yang disebut Strigoi. Strigoi ini adalah Moroi yang jahat, yang tergoda ingin hidup immortal, kebanyakan Moroi tergoda jadi Strigoi karena iming-iming hidup abadinya, caranya jadi Strigoi gimana? Minum darah manusia, sampai manusia itu mati. Dan kalau sampai Moroi kena gigitannya Strigoi, berubah juga deh tuh jadi Strigoi.
Nah, disini uniknya. Di buku ini, vampir-vampir punya feeder, manusia-manusia yang rela darahnya disedot vampir. Katanya, manusianya juga enak, kaya nge-fly gitu deh kalau digigit vampir (efek saliva vampir yang nempel dan masuk ke sistem peredaran darah mereka, ewww...kinda gross?).
Ya yang saya bayangin sih para feeder ini nggak beda jauh sama para pemakai narkoba yang keenakan mainan jarum suntik biar nge-fly.
Singkat cerita, Rose dan Lisa yang udah dua tahun kabur dari Vampire Academy berhasil ditemukan oleh sekelompok guardian yang dipimpin oleh Dimitri. Mereka kembali ke Academy, dan berusaha untuk kembali menjalani kehidupan "normal", tapi ada hal-hal aneh yang menimpa Lisa karena sering ditemukan hewan-hewan mati bergelimpangan darah disekitarnya. Someone played dirty.
Ada juga murid yang suka cari gara-gara ke Rose dan Lisa, menyebar gossip-gossip nggak bener bahkan terang-terangan adu mulut di depan umum.
Rose dan Lisa mempunyai ikatan yang kuat, hmm lebih tepatnya ajaib :p
Emosi yang dirasakan Lisa, entah itu malu, marah, senang, sedih, semangat dsb bisa dirasakan juga oleh Rose. Bahkan, terkadang Rose bisa "masuk" ke dalam kepala Lisa, liat apa yang Lisa liat, denger apa yang Lisa omong. Tapi ikatan ini cuma satu arah, Rose aja yang bisa begitu.
Lisa sendiri punya kekuatan misterius, dia bisa menyembuhkan makhluk hidup yang sakit atau mati. Lisa penyayang binatang, dan ini yang dipakai oleh si tokoh jahat untuk terus naro binatang-binatang mati di dekat Lisa supaya Lisa memakai kekuatannya. Tetapi itu sangat berbahaya bagi dirinya sendiri, secara mental dan fisik. Menurut sejarah vampir, dulu juga ada yang punya kekuatan kaya Lisa, dan dia hampir gila dan mencoba untuk bunuh diri beberapa kali. Intinya, bahaya dipake. Selain itu Lisa juga mempunyai kemampuan untuk melakukan compulsion (yang nonton The Vampire Diaries harusnya tau apa itu compulsion!! lol).
Compulsion itu kaya kekuatan untuk memaksa orang lain untuk melakukan apa yang kita mau, cukup melihat matanya, mengatakan perintahnya, dan orang yang kena compulsion langsung nurut. Nah, Lisa ini nggak punya sembarang compulsion, karena dia bisa menggunakan compulsion ke sesama Moroi juga.
Untuk Rose sendiri, dia dapet training khusus dari Dimitri. Ya seperti biasa, lama-lama Rose suka sama Dimitri. :)) Tapi ya mereka sama-sama dhampir, udah gitu Dimitri lebih tua 7 tahun dari Rose, dan Dimitri juga guardiannya Lisa. Rose juga dilatih supaya resmi jadi guardiannya Lisa, dan kalau saling suka, kalau ada bahaya, fokus mereka bisa-bisa bukan nyelamatin Moroi, tetapi nyelamatin orang yang disuka dulu. Katanya sih kalau begitu bisa gawat. Hehehe.
Lisa juga ketemu Christian di academy, siapa itu Christian? karena ngeliat ketikan diatas udah lumayan panjang saya stop sampai sini. :))
pokoknya seru sih ceritanya, dari pihak jahat yang berusaha manfaatin Lisa, Rose yang ngelindungin Lisa, Lisa juga berusaha ngelindungin Rose, sampai ketemu musuh dalam selimut.
Seru! Saya pasti beliiiii lanjutannya. :D
MARKED
Tokoh utama di buku ini bernama Zoey, manusia biasa (awalnya), dan tiba-tiba dia didatangi Tracker (sebutan buat pencari manusia yang akan berubah menjadi vampyre, nggak tau deh di buku ini tulisan vampire jadi vampyre pake Y). Tracker itu membubuhkan tanda di dahi manusia, dahi Zoey in this case.
Jadi di buku ini manusia dan vampir saling tau keberadaan dunia lain masing-masing. Manusia tau kalau vampir itu ada dan mereka tau ada sekolah yang namanya House of Night untuk manusia-manusia yang berada dalam masa transisi (Change) untuk menjadi vampyre. 4 tahun sekolah di House of Night, belajar berbagai macam hal dari sejarah sampai seni. Selama 4 tahun itu, ada juga yang meninggal karena badannya menolak untuk berubah menjadi vampyre. Jadi ya seperti untung-untungan juga sih, sekolah beberapa tahun, bisa aja meninggal di tahun terakhir. Ada juga yang meninggal di tahun pertama.
Yang membuat Zoey spesial dari fledgling (sebutan untuk para calon vampyre yang berada di House of Night) lainnya adalah Mark yang ada di dahinya. Zoey sendiri menyembunyikan fakta bahwa dia bertemu Nyx, goddess yang dipuja oleh vampyre dalam mimpinya.
Baca kata Nyx yang pertama muncul di otak saya adalah brand cosmetic, hehe.
Oke, back to topic. Kekuatan spesial Zoey semakin terlihat saat ada ritual khusus di House of Night, High Priestess, Neferet, yang juga mentor Zoey melakukan ritual dengan memanggil 5 elemen, air, api, angin, tanah, spirit, dan Zoey merasakan kelima-limanya, hal ini nggak biasa karena teman-teman fledgling Zoey yang lain nggak merasakan hal yang spesial saat ritual itu. Fledgling yang bisa melakukannya adalah Aphrodite, ketua dari perkumpulan Dark Daughters di House of Night. Aphrodite sendiri berambisi ingin menjadi High Priestess yang ingin digagalkan oleh Zoey dkk karena Aphrodite memiliki niat yang jahat.
Aphrodite selalu bersikap sinis terhadap Zoey karena dia merasa Zoey merebut gelar "it girl" yang selama ini dia pegang, ada mean girl di cerita bikin seru sih, apalagi Zoey juga bukan tipe karakter yang terima-terima aja diperlakukan nggak sopan sama Aphrodite.
Saya belum terbiasa dengan vampyre yang pake acara ritual-ritual begini, kalo buku tentang penyihir mungkin lebih masuk kali ya. Ini disini vampyre punya malam ritual, terus proses perubahan dari fledgling ke vampyre juga bertahun-tahun, kucing-kucing yang milih majikannya sendiri juga ada di buku ini, vampyre yang berkarir di dunia manusia (sebagai aktor dan pekerja seni lainnya).
Tapi House of Night ini banyak banget bukunya. Lebih banyak dari Vampire Academy.
Saya bakal coba lagi di buku berikutnya, barangkali makin lama makin seru.
Untuk buku pertama, Mead vs Marked, I choose Mead. :)