I'm dying to know how it all turns out. :')

April 27, 2014

Goodbye & Hello

Hi guys,

Thanks for visiting this blog, and I just want to let you know that I have a new blog with much more pleasant layout at www.grisscorner.net, so you can go there and check out more about books, coffee, food, and fun stuff. I will be no longer posting here :)

Adios!


June 21, 2012

Product Review - Sleek Bad Girl i-Divine Palette


One of my favourite eyeshadow palettes is Sleek Bad Girl i-Divine Palette.  Sleek is an UK company that sells high-quality and affordable cosmetics. 
The palettes comes with a clear plastic cover with 12 eyeshadow names printed in it.  I wish they imprinted the names on the inside.

The palette comes very nicely, living its name for sure.  Sleek.  It’s also thin, perfect size for our medium size makeup bag. J
Opened up, 12 eyeshadows are arranged in two rows, double ended sponge applicator and a full-length mirror going across the top.
Sleek’s description of the Bad Girl Palette I Divine is a highly pigmented, soft touch eye shadow palette that possesses 12 pearlescent or matte shades.  The pearlescent shades possess a large amount of mica and reflect the light giving a shimmering effect to the eye.  The colour viewed in the palette is the colour that will be applied to the eye, as the payoff is excellent and the formulation is long lasting.  Bad girl contains strong and deep shades which allow one to uncover their hidden fantasies.  This palette can be extreme, powerful, confident as well as sensual.

Left – Right : Innocence, Gullible, Blade, Gun Metal, Underground, Noir

Innocence : shimmery white.
Gullible : shimmery champagne tone.
Blade : metallic light grey.
Gun Metal : shimmery warm grey.
Underground : satiny black.
Nior : matte black.


Left – Right : Intoxicated, Envy, Obnoxious, Abyss, Twilight, Rebel

Intoxicated : semi dark satiny green.
Envy : blackened green. The texture is in between matte and satin.
Obnoxious : matte blue with purple undertone.
Abyss : matte navy blue, darker than Obnoxious.
Twilight : gorgeous cool purple.  The texture is similar to Envy.
Rebel : matte purple plummy color.

I think it’s nice to have two shimmery highlight colors because nowadays I’m a big fan of putting light shimmery shadow on my inner corner eyes.  J
Of all those colors,  My favourite shades are Innocence, Gun Metal, Intoxicated and Twilight.  The only tiny problem  about this palette is I had to swipe three times for Obnoxious, Abyss and Rebel to appear nicely on my eyelid.  The rest of the colors are great.  Gorgeous, well pigmented, blendable and wonderful color payoff.
One of the best things about this palette is I could do various smokey eyes with a lot of colors!  Black, check.  Green, check.  Blue, check.   Purple, check.   I could wear it for a night out, dinner, party, or even in a daily basis.    
Sleek Bad Girl i-Divine Palette retails for $10.  We can buy it online IDR 150,000 – 175,000 (each online shop has slightly different price).  That and you’ll have 12 colors, still…what a steal!

June 13, 2012

Book Review - Delirium

Nggak kalah heboh dari Divergent, jadi gue memutuskan untuk beli juga. Banyaaaak banget yang bikin penasaran, ter-la-lu.

Topik yang diambil Delirium menarik. Mengambil setting di Portland, semua penduduk yang ada di situ menganggap love is a disease, love is dangerous. Crazy enough, eh?
Di Portland, setiap anak yang berumur 18 tahun bakal menerima procedure. Mereka dioperasi sedemikian rupa until they can not feel love anymore. Orang yang udah dioperasi menurut gue sih bisa dibilang sedikit aneh ya. They couldn't feel love, jadi kalo ngomong ya cenderung datar dan biasa-biasa aja, nggak ada simpati, empati, kasih dkk gitu pastinya. Nggak seekspresif orang normal, taat mampus sama aturan. Nggak ngerti having fun.

Tokoh utama di Delirium bernama Lena. Sejak orang tuanya meninggal, Lena dan Rachel (kakaknya) diasuh dan tinggal bersama tantenya. Lalu saat Rachel sudah menikah, Lena masih tinggal dengan tante, om, juga kedua sepupunya yang lain di rumah yang sama.

Cerita dibuka dengan 95 hari sebelum ulang tahun Lena yang ke-18, yang berarti 95 hari sebelum procedure. 95 hari dia berpikir dirinya akan aman, bebas dari rasa sakit. Bebas dari penyakit.

Sebelum lulus dari sekolah, semua anak yang duduk di senior year harus menjalani evaluation test. Ini semacam test akhir supaya setiap anak bisa dipasangkan sesuai dengan nilai dan hasil akhir evaluasi. Jodoh ditentuin, bok. Evaluator-evaluator yang nguji bakal kasih daftar yang berisi empat atau lima nama pasangan yang disetujui. Salah satu dari itu akan jadi suami/istri setelah lulus kuliah.

Lena mempunyai sahabat dekat yang bernama Hana. Berbeda dengan Lena yang pendiam, penurut, taat aturan, Hana orang yang ekspresif, suka mencoba hal baru. Dua pribadi yang bertolak belakang tapi jadi sahabat karib. Mereka berdua sering berlari bersama. Olahraga. Di saat Hana memimpin rute berlari mereka berdua, Hana mengajak Lena untuk masuk ke government loading area. Di situ lah Lena bertemu dengan Alex. Lagi. Untuk yang kedua kalinya.

Dari situ mulai berkembang hubungan Lena-Alex ini. Gimana pergumulan Lena karena dia merasa dirinya mulai 'sakit' karena merasakan sesuatu yang berbeda dengan adanya Alex di hidupnya. Lena yang tadinya nggak sabar mau menjalani procedure mulai menjadi ragu-ragu.

Di buku ini jelas banget dijabarin symptoms of Amor Deliria Nervosa (ini nama penyakitnya).
Ada 4 fase, dari awal, critical, sampe fatal. Fase-fasenya ya kayak orang yang mulai jatuh cinta aja. Susah fokus, tangan keringetan saking nervousnya, nafsu makan naik turun, nggak bisa tidur, mikirin si dia. Eaa~ Dan lanjut terusss sampai fase terakhir yang konon katanya bisa bikin orang mati.

Uniknya, di awal tiap bab ada epigraf yang berisi kutipan-kutipan dari buku (dari buku pelajaran sampai buku umum yang berkaitan dengan penyakit ini), puisi, lagu yang biasa dinyanyiin di permainan anak-anak, quotation. Keren ini. Penulisnya bisa banget bikin beginian. Cool!
Ambil contoh epigraf di bab 16
" Unhappiness is bondage; therefore, happiness is freedom.
The way to find happiness is through the cure.
Therefore, it is only through the cure that one finds freedom."
- From Will It Hurt? Common Questions and Answers About the Procedure, 9th edition, Association of American Scientist, Official USA Government Agency Pamphlet.
27 bab, dan ada 27 epigraf. Uwow.

Spoiler alert. Yang nggak mau baca spoiler, STOP. Jangan lanjut baca.
Gue pikir Delirium itu bikin puas setara atau mirip-mirip sama Divergent, tapi bagi gue pribadi Delirium sih masih adiknya Divergent.... Bagus tapi nggak bikin gue beruwoooh-uwoooh ria waktu baca. -_-
Kenapa? Menurut gue ceritanya medium-paced. Ya emang dirancang buat sekuel lanjutannya sih. Tapi gue udah gemes dan nggak sabar, "KAPAN NIH SI LENA BERONTAKNYA???? KAPAN NIH DIA SADAR ADA YANG NGGAK BERES SAMA ATURAN2 ITU? KAPAN DIA KELUAR DARI SITUUUH?!!!" Aaaaaa.
Tindakan yang Lena ambil ya ada juga. Dia juga gerak kok. Tapi kayak kebanyakan bego gitu tuh. Saking udah ke-brainwash dari kecil sama governmentnya ini....
Ya pokoknya bikin gemes. Buat gue sih ini kurang cepet jadi selama baca makin lama makin nggak sabar. Tiap ganti bab tuh gue ngarep si Lena udah kabur dari tempat dia trus pergi bareng Alex, nyari mamanya, dsb. Tapi oh tapi, mungkin itu disimpan buat buku kedua. >.<

My Rating : 4/5

Info Buku
Judul : Delirium
Penulis : Lauren Oliver
Penerbit : HarperCollins Publishers
Jumlah Halaman Cerita : 441
Harga : Hardcover Rp 179.000 (Periplus). Mending beli softcovernya aja Rp 89.000 T____T

Happy reading!

June 04, 2012

Book Review - The Fault In Our Stars

Pertama, gue suka covernya. Eye catching banget.
Kedua, butuh buku dengan genre lain selain romance, sci-fi atau dystopian world.
Ketiga, setelah googling, John Green ini ternyata beken banget. *urgh me, where have you been? -_-*

Ini buku ke-lima alias buku terbaru John Green.
Katanya buku pertama yang judulnya "Looking for Alaska" keren abis. Hmm, layak diburu sepertinya. (ง'̀-'́)ง

The Fault In Our Stars menceritakan tentang kehidupan Hazel, remaja berusia 16 tahun yang mengidap kanker. Pembaca seperti diajak untuk memahami kehidupan Hazel. Setiap hari bergantung dengan obat dan alat bantu pernafasan (Hazel kena kanker paru-paru), nggak boleh terlalu capek, nggak mungkin olahrga. Ya kira-kira seperti itu.

Hazel 'sedikit' dipaksa oleh orang tuanya untuk masuk ke dalam Support Group. Intinya Support Group berisi orang-orang yang sedang mengidap kanker atau sudah membuang (sembuh dari) kanker.

Di Support Group ini Hazel ketemu Augustus, yang bisa dibilang 'new face' di sana. Augustus datang karena diajak Isaac. Dan mulai saat itu Hazel dan Augustus mulai saling kenal. Makin lama hubungan mereka makin berkembang.

I quote one paragraph from the insight cover of this book ya.
"Inisightful, Bold, Irreverent, and Raw, The Fault in Our Stars is awar-winning-author John Green's most ambitious and heartbreaking work yet, brilliantly exploring the funny, thrilling, and tragic business of being alive and in love."

John Green kayak ngajak pembacanya supaya ikut berpikir, memperhatikan, membantu dan menerima keadaan orang lain seperti karakter-karakter yang diciptainnya di buku ini.

Ngomong soal karakter, unik-unik ini. Suka! Hazel yang tergila-gila dengan buku 'An Imperial Affliction' karangan Peter Van Houten sampai bener-bener ngebet ketemu penulis itu untuk nanya lanjutan ceritanya. Augustus yang likable bangeeeeeet, you know when you read this book. :p Peter Van Houten yang nyentrik dan sedikit sedeng. Semakin dibaca semakin keliatan kenapa mereka begitu. :)

Btw, baca beberapa review dan nggak sedikit yang nangis, tapi gue nggak nangis kayak waktu baca Dumbledore mati -_-
tapi mata udah lumayan berkaca-kaca menjelang akhir cerita buku ini. Touching story.

Gaya penulisannya bagus, ada selipan puisi. I said selipan ya. Kalau isinya puisi semua juga gue taro nih buku (I'm not a fan of poem, obviously).
Baca buku ini butuh kamus dan googling saudara-saudara. Banyak vocab yang OPO IKIIII di buku ini. Hahahahaha. Ya nambah vocabulary juga, itung-itung belajar :)
Siap-siap kamus atau handphone pokoknya kalau udah bagian dialog Peter Van Houten. I've warned you. :))

My rating : 4,5/5

Info Buku
Judul : The Fault in Our Stars
Penulis : John Green
Penerbit : Dutton Books (1st edition, 2012)
Jumlah Halaman Cerita : 313
Harga : Rp 179.000 (beli di Periplus)

Happy reading! ˆ⌣ˆ

June 02, 2012

Book Review - The Girl With The Dragon Tattoo

Terlalu semangat ngabisin buku ini dalam 3 hari. Beli dari bulan Februari dan ditelantarkan 3 bulan. :p
Awalnya penasaran karena lihat sinopsis film The Girl With The Dragon Tattoo di IMDB dan dapet rating yang oke. Tapi ditunggu-tunggu di Indonesia kok nggak nongol juga filmnya? Ternyata saudara-saudara, karena ada beberapa adult scenes, emang nggak mungkin juga ditayangin di sini, ntar bisa-bisa didemo kaya Lady Gaga *sigh* tapi DVD nya ada kok :D

Sinopsis singkat
Mikael Blomkvist yang berprofesi sebagai jurnalis dan juga salah satu pemimpin majalah Millenium terjerat kasus karena terbukti mencemarkan nama baik ahli keuangan, Hans-Erik Wennerstorm. Setelah memutuskan untuk mundur dari Millenium, Mikael mendapat tawaran pekerjaan dari Henrik Vanger, CEO Vanger Corporation yang menjadi salah satu tokoh kunci industri di Swedia. Henrik meminta Mikael untuk menulis autobiografi tentangnya sebagai "pekerjaan pendahuluan" lalu masuk ke dalam tujuan utamanya yang adalah meneliti satu per satu anggota keluarga Vanger untuk menemukan siapa pembunuh Harriet Vanger, cucu kakak Henrik, yang sudah dianggap sebagai anak Henrik sendiri. Siapa yang berusaha membuat Henrik tersiksa selama 40 tahun ini meratapi Harriet.

Lisbeth Salander yang berprofesi sebagai OHMYGOD SO GENIUS Hacker mendapat pekerjaan dari Henrik Vanger untuk menyelidiki kehidupan Mikael. Ini terjadi sebelum Mikael ditawarkan pekerjaan oleh Henrik.

Banyaknya data, foto, artikel koran dari puluhan tahun yang lalu membuat Mikael sadar, dia membutuhkan asisten agar pekerjaannya tidak berjalan terlalu lama. Dan nama Lisbeth Salander pun tercetus dari mulut pengacara Henrik Vanger. Mikael bersikeras membaca laporan tentang dirinya yang dibuat oleh Lisbeth, Mikael kesal sekaligus kagum dengan kemampuan investigasi gadis ini.

Singkat cerita, akhirnya Mikael dan Lisbeth bekerja sama untuk mengungkap kasus Harriet Vanger.

Sekarang ke karakter, semuanyaaa okeee.
Mikael tipe pria yang gampang disukai, simpel, nggak suka bertele-tele dan memegang teguh prinsip yang menurutnya benar. Hubungannya dengan "lady friend" nya pun bisa dibilang super unik. Ini di kehidupan nyata, apalagi masyarakat timur kayaknya nggak mungkin ada. Hahaha.

Lisbeth. Cewek unik cenderung aneh. Kerempeng, punya banyak tato. Jago ngehack. Tapi di buku ini dia yang paling banyak keliatan perkembangan karakternya. Dia tipe yang nggak banyak omong tapi nunjukkin lewat aksi. Entah lewat laporan investigasi yang dia buat atau emmm babuk-babuk style. :))

Vanger Family. Di keluarga ini banyaaaak manusia yang aneh, kelainan, jahat, walaupun ada juga sih yang baik. Nggak ada mereka nggak rame. Hehe. Dari antagonis sampai yang dikira protagonis tapi ujung-ujungnya bangke ada semua di keluarga ini.

Plotnya sendiri bagus. Pengungkapan misterinya makin jelas dan makin jelas tiap bab. Selalu ada clue yang bikin gue bacanya nggak cengo dan jadi bisa ngikutin ke mana proses penyelidikan ini akan berlanjut. Mantap!
Gaya penulisannya juga oke buangeet. Nggak bertele-tele. Deskripsi yang lengkap dan pas.
Bagus, bagus, bagusssss :)

FYI, masih ada 2 seri lagi dari Millenium Trilogy :
- The Girl Who Played With Fire
- The Girl Who Kicked The Hornet's Nest
Baca sinopsis buku keduanya ya ampuuuuun... Makin seru itu. Penasaran Mikael sama Lisbeth bakal jadi gimana hubungannya di buku itu. Misterinya juga kayaknya nggak kalah seru!

My rating : 5/5

Info Buku
Judul : The Girl With The Dragon Tattoo
Penulis : Steig Larsson
English Translation : Reg Keeland
Penerjemah Indonesia : Nurul Agustina
Penerbit : Penerbit Qanita, Mizan Pustaka
Jumlah Halaman : 784
Harga : Rp 75.000

Happy reading! :)

May 24, 2012

Book Review - DIVERGENT

Another GREAT Dystopian book!! Aaaah, I ♥ it!
Yang suka Hunger Games trilogi, gue jamin bakal suka Divergent juga.

Langsung aja :D
Tokoh utama di buku ini bernama Beatrice. Dia tinggal di Chicago (nggak usah bayangin Chicago yang asli karena ini beda) yang memiliki 5 faction/golongan/kumpulan orang. Jadi di kota itu, masyarakat hidupnya terkotak-kotak sesuai dengan factionnya masing-masing. Tapi untuk tempat seperti sekolah sih nyampur.

Semua anak yang berumur 16 tahun harus ikut aptitude test, dan dari test ini akan ketauan anak itu cocok di faction mana. Besoknya, langsung ada upacara yang mengharuskan anak-anak tersebut untuk memilih satu faction. Apakah faction tempat dia memiliki keluarga kandung dan dibesarkan selama ini? Atau pindah ke faction lain? Sekali pindah faction, no turning back. Harus hidup di faction yang udah dipilih seumur hidup. Kalo ternyata nggak kuat atau nggak betah di faction yang baru ya nggak bisa pulang juga ke faction asal, orang yang pindah faction dianggap berkhianat, dan ujung-ujungnya bakal jadi factionless. Live with no family, no faction, no house, no food, kayak gembel pokoknya. So it's a big decision.

Ini gambaran singkat 5 faction yang ada di buku ini ya :
1. Abnegation - The Selfless
Nggak ada yang egois, semua mendahulukan kepentingan orang lain. Sering jadi sukarelawan. Rela keluar dari lift buat ngasih tempat untuk orang lain dan jadi naik tangga. Yup. Sampe segitunya.
2. Amity - The Peaceful
Nggak suka cari gara-gara, menghindari konflik. Trust, self-sufficiency, forgiveness, kindness, involvement jadi semacam pedoman di faction ini.
3. Candor - The Honest
Ketidakjujuran membawa kecurigaan, dan kecurigaan membawa konflik.
Jujur membuat semuanya transparan sehingga membawa kedamaian. Dengan jujur, semua orang terbiasa mendengar kenyataan tentang diri mereka sendiri sehingga mereka nggak lemah saat mendengar kejujuran itu. Kejujuran membuat orang menjadi kuat. Kadang, jujur setiap detik (baca : ngeluarin apa yang ada di pikiran) bikin ribut juga. :))
4. Erudite - The Intelligent
Kurangnya pengetahuan membuat orang tidak mengerti. Kalo nggak ngerti bikin salah paham, dan salah paham menimbulkan konflik. Dan ilmu pengetahuan adalah solusi untuk konflik.
Di faction ini, semua orang rajin belajar. Buku, komputer jadi teman karib semua orang. Pinterrrr semua!
5. Dauntless - The Brave
Nggak suka orang yang pengecut. Orang-orang di faction ini bisa dibilang paling gila, terkadang bisa dibilang brutal. Tapi mereka berani. Berani menghadapi hampir semua hal, termasuk ketakutannya masing-masing.
Manifesto yang gue suka dari faction ini 'I believe in ordinary acts of bravery, in the courage that drives one person to stand up for another.'

Nah, hasil aptitude Beatrice ini lain daripada yang lain. Hasil aptitudenya setara di 3 faction, Abnegation, Dauntless dan Erudite. Orang yang memiliki hasil seperti Beatrice disebut Divergent. Dan sangat bahaya kalo orang lain tau tentang dia yang 'menyandang' gelar Divergent ini. Bahayanya gimana? Beatrice pilih faction yang mana? Cari tau sendiri. :))

Setelah milih mau di faction mana, ada proses inisiasi untuk menyeleksi siapa saja dari calon anggota yang layak masuk dan resmi menjadi anggota faction. Ini berlaku untuk semuanya, entah dia transferan dari faction lain atau dia yang memang asli lahir dan besar di faction itu, pokoknya semua calon anggota harus ikut proses inisiasi. Bocoran dikit, tes-tesnya gilaaaaa. Pokoke wuedan. :))

Karakter-karakter di buku ini bagus!
Gue suka sama Beatrice (tentunya), keliatan makin lama makin berkembang. Dia mikir, memutuskan, dan action. Love her.
Ada karakter lain yang juga gue sukaaaa, Tobias alias Four. Hemmmhh, ini mah tipe-tipe cowok yang dari luar kulkas abis tapi aslinya care. *meleleh*
Tokoh-tokoh antagonisnya juga sip. Ada yang keliatan dari awal udah rada-rada sedeng, ada yang baru keliatan 'aslinya' di akhir cerita.
Plotnya seru! Nggak ada bab yang ngebosenin. Tiap bab bikin gue makin terikat sama buku ini, nggak mau pisah selama belum selesai. Serius iniii, Veronica Roth, I'm your fan! (≧∇≦)づ♥

Di akhir bukunya ada bonus materials, salah satunya ada Faction Quiz, dan hasilnya gue bimbang di antara Candor dan Dauntless. Hahahahaha.
Yang pastiii, Abnegation bukan gue banget. Terlalu baiiiik sih orang-orang di faction ini. Kebangetan. Baik sama bloon kadang beda tipis. Waspadalah kata Bang Napi.
Erudite juga nggak juga. Semua pake logika? Nggak sih. Gue kadang pake feeling juga, apalagi cewek, katanya kan serba pake perasaan. Bukan berarti logika mati, tapi nggak melulu semua harus based on logic. Toh, belajar terus-terusan juga bukan gue banget. Mwihihihi.
Amity sih fine, suka kedamaian iya. Appreciate music iya. Cari kebahagiaan iya. Tapi hasil kuisnya nggak ada satu pun yang milih Amity. :))

Gila dan jenius juga sih ngangkat ide yang membagi satu kota dengan 5 faction ini. Ya emang sih namanya fiksi. Tapi kalo dibayangin, nggak mungkin bisa. Pasti tiap faction ada tendensi mau ngelakuin apa yang faction lain lakuin. Kalo plek cuma boleh hidup dengan faction manifesto masing-masing aja bakalan gerahhh nggak sih. "Gue juga mau gitu!" "Gue mau ngomong jujur di depan muka dia!" "Gue mau baca buku yang itu!"
Beuh. Kebayang.

Yang pasti, gue ngarep sengarep-ngarepnya buku ini diangkat jadi film. Bacanya aja seru, apalagi liat visualisasinya!
Waktu beli, buku keduanya udah ada di Periplus, Insurgent. Harus berburu lagi.

Highly recommended!! Go buy one! :D
My rating : 5/5

Info Buku
Judul : Divergent
Penulis : Veronica Roth
Penerbit : HarperCollins
Jumlah halaman cerita : 487 ( tambah 72 halaman lagi kalau liat bonus material)
Harga : Rp 99.000 (PeriPlus)

Happy reading! ♥

May 21, 2012

Book Review - GAME OF THRONES

Intro dulu seperti biasa! :D
Setelah makin banyak nonton review buku di youtube dan tahu Game Of Thrones sampe dibikin serial tv di HBO, tertarik dan penasaran dong jadinya buat tau dan baca bukunya.
Sempet nyari-nyari di Gramedia, tapi bahasa Indonesia sepertinya belum ada, belum ada penerbit yang nerjemahin. Mau ke Periplus belum sempet-sempet juga, jadi kepending berbulan-bulan beli buku ini. Dan akhirnyaaaaaa saat temen ngajak ke Kinokuniya, buku inihhh terlihat dan langsung memanggil saya. *ehem*

Buku yang saya beli versi mungil (adanya yang ukuran ini) tapi tebelnya aje gile, begitu dibuka makin gile, tulisannya padat pake spasi single. Oh Tuhaaaaaaaan... Nafas aja susah nih kalo lihat model buku yang hurufnya dempet super rapet begini. Tapi tentu saja, penasaran mengalahkan segalanya. Tetep dibaca dong.

Sebelumnya mau ngasih tau aja, buku ini punya karakter yang BANYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK sekali. Ada anggota council, anggota kingguards, household, belum ditambah siblings sama saudara-saudaranya yang lain. Serius, man. Banyak banget. Ada apendixnya sih di belakang buku yang sangat membantu karena otak gue belum bisa menghafal kaitan semua nama dan jabatan / peran yang pernah disebut dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Banyaknya nggak kira-kira, ini satu-satunya complain gue tentang buku ini (di luar fisik buku). Too much names! *ketok2 kepala*

Main characters di buku ini adalah Starks of Winterfell yang ada di bagian utara. Bahasa Indonesianya, keluarganya si Om Eddard Stark, biasa dipanggil Ned. Winterfell itu nama kingdom / kerajaan yang dipimpin Lord Eddard Stark, dingin terus sepanjang tahun. Beda sama wilayah selatan yang punya summer.

Ned dan Catelyn (istrinya) punya 5 anak. Robb (14 yo), Sansa (11 yo), Arya (9 yo), Bran (7 yo) dan Rickon (3 yo). Ned juga punya 1 putra dari wanita lain bernama Jon Snow (kalo diliat dari umur, dia dianggap anak kedua, beda 1 tahun doang sama Robb). Anak di luar pernikahan disebut bastard, dan nggak dapet nama terakhir dari ayahnya. Jadi jangan heran kalo namanya bukan Jon Stark, melainkan Jon Snow. Jangan heran juga kalo Catelyn nggak suka sama Jon Snow. :p

Gaya penulisan George R.R. Martin keren banget. Tiap bab berisi sudut pandang salah satu karakter. Jadi beda bab beda orang. Di buku ini, sudut pandang yang diambil ada Eddard (Ned), Catelyn, Sansa, Arya, Bran, Jon (si bastard), Tyrion (adik sang Ratu), Daenerys (the last Targaryens). Ini jenius banget. Seru liat sudut pandang anak-anak kecil - remaja, sudut pandang salah satu keluarga Lannister, sampai sudut pandang Daenerys yang ada di seberang sana.

Sinopsis singkat ya, ada 7 kingdoms (biasa disebut House. Jadi punya Ned dibilang House of Stark), dan semua kingdom itu dipimpin oleh 1 Raja, Robbert Baratheon.
Robbert dan Ned ini temenan, dulu merebut tahta Raja pun barengan. Namun setelah Robbert jadi Raja, Ned sendiri memimpin Winterfell, lalu masing-masing menikah dan punya anak, bisa dibilang udah sibuk sama urusan masing-masing.

Cerita mulai seru karena kedatangan Robbert ke Winterfell dikarenakan Robbert membutuhkan Ned sebagai Hand of the King-nya yang baru. Hand of the King bertugas seperti tangan kanan, orang kepercayaan, orang yang gantiin Raja kalo Raja lagi nggak ada, dan juga penasihat dan konselor sang Raja. Jon Arryn, Hand of the King sebelumnya yang sudah Ned anggap sebagai ayah sekaligus kakak meninggal. Kematian Jon Arryn di mata Ned dan Catelyn istrinya penuh dengan misteri, karena istri Jon Arryn yang adalah adik perempuan Catelyn, memberi mereka surat peringatan bahwa sang pembunuh suaminya adalah keluarga Lannister, keluarga sang Ratu.

Ned akhirnya setuju menjadi Hand of The King dan ikut Robbert ke selatan. Dia kayak ngerasa punya tanggung jawab juga buat menyelamatkan sahabat yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri dari orang-orang yang bisa dibilang jahat dan licik yang mengelilinginya di kerajaan itu. Terlebih lagi setelah adik istrinya memberi peringatan tentang keluarga Lannister, keluarga sang Ratu yang menjadi istri sahabatnya itu. Ned merasa harus membuka kebenaran di balik kematian Jon Arryn.

Ned pergi bersama Robbert sambil membawa dua anak gadisnya, Sansa dan Arya. Sansa sudah dijodohkan dengan Joffrey, putra sulung Robbert. Dan Arya diharapkan bisa belajar berbagai macam hal yang ada di selatan. Winterfell diserahkan pada Catelyn dan juga Robb, putra sulung mereka yang berumur 14 tahun.

Jadi jalan ceritanya mengalir dari karakter yang satu ke karakter yang lainnya. Lampu sorotnya gantian, dan tiap bab banyak info-info yang terselip. Dari sudut pandang Tyrion, pembaca bisa tau sedikit demi sedikit background keluarga Lannister. Dari sudut pandang Arya, pembaca bisa tau gimana semangatnya Arya kecil dalam menyerap ilmu dan belajar pedang dan pendapat Arya tentang saudara-saudarinya. Dari sudut pandang Catelyn, pembaca bisa belajar sejarah keluarga Stark dan juga keluarga Catelyn sendiri. Bagaimana hubungan antar kerajaan yang dipimpin oleh Robbert. Dan sebagainya. Mudah-mudahan kebayang ya gambaran bukunya.

Makin complicated saat masing-masing keluarga, Stark vs Lannister menyandera anggota keluarga yang lain. Stark punya 1 Lannister. Sementara Ned dan 2 anak gadisnya bisa dibilang dikelilingi antek-anteknya Lannister di kediaman Raja.
Plotnya seru, twistnya juga bikin gemes!

Buku ini nggak jauh-jauh dari penggabungan kekuatan, pengkhianatan, kesetiaan, atur strategi, tragedi, kemenangan - kekalahan, ancaman, manipulasi. Politik kerajaannya kentel. Ya iyaaa, judulnya aja Game of Thrones. :))

Karakter yang paling gue suka, Ned. Oh ini si Lord Eddard Stark mah tipe pemimpin, ayah, suami yang OMG perfect dan likable banget. (≧∇≦)づ♥ Novel fiksi kalo nggak ada tokoh beginian pasti kurang ya. :p
Daenerys juga menarik bangeeett, dari awal sampai akhir cerita dia yang paling keliatan perkembangannya. Suka suka suka!

Endingnya bikin gue OHMYGAWD OHMYGAWD, kok bisa jadi ada beginian???!
Pasti bakal beli lanjutannya, Clash of Kings. :D

My rating : 5/5
Recommended! ˆ⌣ˆ

Info Buku
Judul : Game of Thrones
Penulis : George R.R. Martin
Penerbit : Bantam Books
Jumlah Halaman Cerita : 807
Harga : Rp 84.600 (Kinokuniya), dan terakhir lihat di Periplus bandrolnya Rp 89.000

Happy hunting, happy reading! ♡